Kompas.com - 15/10/2018, 23:34 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com – Jajaran Polres Lamongan berhasil mengamankan satu unit truk dan satu pick up berisi minuman keras (miras) ilegal jenis arak yang hendak dipasarkan di wilayah Kabupaten Lamongan dan Gresik.

Total ada 65 dus berisi 780 botol arak yang dikemas menggunakan bekas air mineral atau sebanyak 1170 liter yang diamankan.

Minuman keras itu milik Didik Santoso (36), warga Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan.

“Berkat informasi dari masyarakat, akhirnya anggota berhasil melakukan pengamanan satu unit truk dan satu pick up, yang berisi arak siap edar ini di daerah Babat, perbatasan Bojonegoro dengan Lamongan,” ujar Wakapolres Lamongan Kompol Imara Utama, Senin (15/10/2018).

Ia menjelaskan, barang haram tersebut didapatkan Didik dari Kadar, warga Bojonegoro yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Miras ilegal tersebut rencananya bakal diedarkan di wilayah Lamongan dan Gresik.

“Jadi tersangka ini memasarkan, sementara barangnya itu ambil dari Bojonegoro, dari Kadar yang saat ini masih kami telusuri bersama dengan Polres Bojonegoro. Karena Kadar inilah yang diduga sebagai produsen besar miras jenis arak ini,” jelasnya.

Baca juga: 3 Pria yang Keroyok Polisi di Cakung Tak dalam Pengaruh Minuman Keras

Bersama dengan ribuan liter arak, polisi juga turut mengamankan satu unit truk dengan nomor polisi S 9868 UJ dan satu unit pick up Suzuki Carry warna putih dengan nopol S 9794 JA sebagai barang bukti. Kendaraan itu digunakan tersangka dalam memasarkan miras ilegal tersebut.

“Setiap dus berisi 12 botol arak, biasa dijual seharga Rp 450 ribu,” tutur Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 204 ayat 1 KUHP tentang memperjualbelikan makanan yang bisa menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Sebab di beberapa daerah kan sudah berulang kali kejadian, ada nyawa melayang usai pesta miras oplosan, makanya kami coba meminimalisir dan menangkal hal itu. Semoga tidak sampai terjadi di Lamongan,” lanjut Wahyu.

Sementara Didik mengaku, baru 3 tahun terakhir menjalankan bisnis haram tersebut demi menghidupi keluarga.

Ia menggantungkan biaya hidup dari bisnis jualan arak karena tergiur upah besar yang didapatkan.

“Baru tiga tahun terakhir. Itu juga pakai truk mertua, karena hasilnya lumayan. Saya biasa mendapat keuntungan bersih Rp 40 ribu per dus, itu sudah dipotong untuk biaya lain-lain, beli solar, upah sopir, dan sebagainya,” ucap Didik.

Kompas TV Razia digelar untuk menekan peredaran minuman keras dan menekan angka kriminalitas.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.