Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Kompas.com - 15/10/2018, 14:43 WIB
Bola-bola pengaman pedestrian di Surabaya dicat merah putih menyambut Hari Peringatan Kemerdekaan RI pada Selasa (31/7/2018). TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINIBola-bola pengaman pedestrian di Surabaya dicat merah putih menyambut Hari Peringatan Kemerdekaan RI pada Selasa (31/7/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, bekerja sama dengan tim peneliti geologi Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS) Surabaya untuk melakukan pemetaan kawasan rawan gempa di Kota Pahlawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Ery Cahyadi, mengatakan, pemetaan kawasan gempa di Surabaya menggunakan metode sondir dan boring tanah di seluruh kelurahan yang ada di wilayah Kota Surabaya.

"Karena sesar Waru dan sesar Surabaya berpotensi menimbulkan gempa dan gempa itu menimbulkan kerusakan dan robohnya bangunan," ucap Ery kepada Kompas.com, Senin (15/10/2018).

Baca juga: Ada Dua Sesar Aktif di Surabaya, ITS Usulkan Pemetaan Kawasan Risiko Bencana


 

1. Perbaikan kondisi tanah dan bangunan

Kerusakan dan robohnya bangunan akibat gempa, lanjut Ery, dapat membunuh. Oleh karena itu, pihaknya akan meminimalisasi dengan melakukan perbaikan kondisi tanah dan bangunan.


"Setelah keluar hasil kajian terkait hasil sondir boring, maka kami akan lakukan sosialisasi dan perbaikan tanah maupun bangunan kepada masyarakat untuk antisipasi ketika terjadi gempa," ungkapnya.

Baca juga: Surabaya Dilewati 2 Sesar Aktif, ITS Usulkan Mitigasi Gempa Pemetaan Jenis Tanah

Ery mencontohkan, perbaikan tanah yang dilakukan pemkot nantinya menggunakan treatment agar tanah tidak mengalami gerakan dan penurunan yang kuat, sedangkan bangunan akan dilakukan penguatan struktur bangunan dan pondasi bangunan.

"Semua hasil sondir boring tanah sudah kami kirim ke ITS. Hasilnya akan kami sosialisasikan dan kami lakukan perbaikan tanah dan kondisi bangunan (di Surabaya)," tutur Ery.

 

2. Pemasangan seismograf

Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan memasang seismograf atau alat pendeteksi getaran gempa di Surabaya. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan tim peneliti geologi ITS dan Kementerian PUPR.

"Alat pemasang (seismograf) nanti akan ditempatkan seauai arahan dari ahli gempa untuk lebih mudah pendektesiannya," lanjut Ery.

Baca juga: Soekarwo Minta Penanganan Korban Gempa di Sumenep Gak Pake Lama

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya, Eddy Chrisjanto, menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait pemasangan seismograf di Surabaya.

"Kami akan memasang 15 seismograf di 15 titik yang ada di Kota Surabaya," tambah Eddy.

Terdapat dua sesar aktif di Surabaya dan Waru. Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputih hingga Cerme, Gresik. Sementara itu, patahan Waru lebih penjang, yakni melewati Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, bahkan sampai Cepu, Jawa Tengah.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X