Basarnas Evakuasi Jenazah di Reruntuhan Hotel Mercure Palu - Kompas.com

Basarnas Evakuasi Jenazah di Reruntuhan Hotel Mercure Palu

Kompas.com - 14/10/2018, 11:20 WIB
Sejumlah anggota Basarnas sedang mendiskusikan cara mengeluarkan seorang jenazah di reruntuhan Hotel Mercure, Palu. Posisi jenazah tertimpa 3 beton di sebuah ruangan.KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Sejumlah anggota Basarnas sedang mendiskusikan cara mengeluarkan seorang jenazah di reruntuhan Hotel Mercure, Palu. Posisi jenazah tertimpa 3 beton di sebuah ruangan.

PALU, KOMPAS.com – Tim Basarnas tengah mengevakuasi seorang jenazah dari reruntuhan Hotel Mercure Palu, Minggu (14/10/2018).

Eko, staf Basarnas yang berada di lokasi mengatakan, posisi jenazah tertimpa tiga beton.

"Kondisi jenazah tertimpa tiga beton,"  kata Eko, Minggu.

Baca juga: Duka Raisa, Bayi Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya


Eko mengatakan, pihaknya menghadapi kesulitan dalam mengevakuasi jenazah.

Mereka kemudian mendiskusikan untuk menentukan langkah yang diambil berikutnya.

“Jenazah diketahui berada di dalam ruangan, ada banyak meja," kata Basri, staf dari Kaltim Prima Coal (KPC) yang diperbantukan dalam evakuasi ini.

Baca juga: Pulihkan Korban Gempa Palu, Setapak Libatkan Perempuan

Diduga jenazah adalah karyawan hotel yang berusaha keluar hotel saat gempa dan tsunami Palu terjadi. 

Sebagaimana diketahui bencana alam ini terjadi pada 28 September 2018 dan telah menimbulkan korban, baik korban jiwa maupun harta benda.

Menurut informasi BNPB, sebanyak 2.045 korban meninggal dunia, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Nasional
Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa 'Kebo Nyusu Gudel'

Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa "Kebo Nyusu Gudel"

Edukasi
Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Nasional
Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Regional
La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional
DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional

Close Ads X