Duka Raisa, Bayi Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya - Kompas.com

Duka Raisa, Bayi Korban Gempa Palu yang Kehilangan Kaki dan Ayahnya

Kompas.com - 14/10/2018, 06:27 WIB
Raisa digendong kerabatnya saat Pulang di Dusun Mengger, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Sabtu (13/10/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Raisa digendong kerabatnya saat Pulang di Dusun Mengger, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Sabtu (13/10/2018)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Gempa besar dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018), yang diikuti dengan tsunami menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

Bahkan, hingga kini, masih ada warga yang hilang. Salah satunya, keluarga Almarhum Suryanto, dan Wahida, warga perumahan Balaroa, Palu.

Suryanto meninggal dunia karena tertimpa bangunan, sementara putrinya, Raisa Putri Adila yang berusia 19 bulan, harus kehilangan kaki kanannya karena diamputasi.

Pada Sabtu (13/10/2018), keduanya diantar oleh relawan Muhammadiyah Yogyakarta pulang ke Dusun Mengger, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul.

Baca juga: Kisah Kurir Logistik Gempa Sulteng: Antara Keluarga, Pekerjaan, dan Misi Kemanusiaan

Sabtu petang, puluhan warga dan sanak saudara sudah menunggu di rumah yang cukup besar, dan baru selesai dibangun Suryanto beberapa bulan lalu.

Raisa tampak digendong oleh kerabatnya. Ia tampak tenang meski kaki kanannya terdapat perban sehabis operasi amputasi.

Sesekali Raisa tersenyum saat beberapa sanak keluarga menyapanya dan kembali memeluk wanita berbaju pink yang menggendongnya.

Sementara, Wahida di dalam rumah bersama kerabatnya.

Informasi korban asal Yogyakarta

Salah seorang relawan dari Muhammadiyah, Irvan Yusuf menceritakan, relawan Muhammadiyah dari Yogyakarta yang membantu korban bencana mendapatkan informasi adanya korban yang berasal dari Yogyakarta, tiga hari pasca gempa atau pada Senin (1/10/2018).

"Ketika kami operasi SAR di Palu, kami mendapatkan informasi mengenai adanya warga Yogyakarta yang menjadi korban. Kami mencoba melacak ternyata ketemu di Rumah Sakit (Yayasan) Al Khairaat, (Rumah Sakit) Al Jufri, Palu. Kemudian kami menemukan Dik Raisa ini," kata Irvan.

Baca juga: Evakuasi Korban Gempa Sulteng dan Tsunami Palu Dihentikan, Ini 3 Alasannya

Dia menceritakan, dari informasi yang diperoleh, saat gempa dahsyat yang terjadi di Sulawesi Tengah, Raisa bersama Suryanto, sementara Wahida tengah keluar rumah.

Rumah mereka  rata dengan tanah, Raisa dan ayahnya tertimbun bangunan, bahkan terjebak semalam.

Dia baru biasa dievakuasi, pada Sabtu (29/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Suasana panik saat itu, membuat Wahida tidak bisa menemukan anak dan suaminya.

"Bapaknya tertimpa beton rumah, Bapaknya kelihatannya mau menyelamatkan Raisa ini. Raisa kakinya terjepit beton, sehingga menimbulkan luka cukup parah. (lokasi ditemukan) Enggak jauh dari bapaknya," ujar Irvan.

"Terpisah dengan ibunya, bisa ketemu ibunya pada hari Senin (1/10/2018). Dan baru dioperasi (amputasi) seminggu yang lalu, mungkin karena ada pertimbangan keluarga," lanjut dia.

Berdasarkan permintaan keluarga, keduanya dibawa pulang ke Gunungkidul.

Relawan Muhammadiyah akan melakukan pendampingan psikologis dan medis hingga Raisa sembuh.

Baca juga: 7 Gardu Induk Listrik di Wilayah Gempa Sulteng Kembali Aktif

Adik Suryanto, Heru Lukito menambahkan, pihak keluarga ingin agar Raisa bisa tumbuh besar di Desa Karangasem. Apalagi, Suryanto sudah membangun rumah cukup megah sebelum peristiwa itu terjadi.

"Keluarga ingin Raisa di Jawa saja, sampai besar besuk. Ibunya juga di sini. Jika ingin pulang menengok keluarga di sana enggak apa-apa," ujar Heru.

Suryanto merupakan warga Dusun Mengger, dan menikah dengan Wahida warga asli Palu.

Suryanto tinggal di Palu sejak sekitar tahun 2006. Ia bekerja di sebuah percetakan, dan berbisnis percetakan.

Selama tinggal di Palu, Surynto sering pulang. Kurun waktu 2018, sudah beberapa kali ia pulang kampung.

"Januari lalu (2018) pulang, lalu Lebaran juga pulang. Rencananya Desember besok juga pulang," kata Heru. 

Heru menceritakan, keluarga di Gunungkidul baru mendengar kabar kondisi keluarga Suryanto setelah tiga hari pasca gempa, karena komunikasi terputus total.

"Mendengar kabar tiga hari setelah gempa Senin Malam, dari Saudara yang istrinya orang Palu, tetapi tinggal di sini. Dia mendapatkan informasi dari teman-temannya di sana lewat Facebook, karena komunikasi terputus total," ujar Heru.

Suryanto baru bisa dievakuasi beberapa hari pasca gempa, dan dimakamkan di Palu.

.

.

.

KOMPAS.com Rentetan Gempa Sulawesi Tengah


Terkini Lainnya

Perkenalkan El Mencho, Gembong Narkoba Kejam Pengganti El Chapo

Perkenalkan El Mencho, Gembong Narkoba Kejam Pengganti El Chapo

Internasional
'Kalau Kau Gagal Bercinta Langsung Minum Racun, Matilah Kau... '

"Kalau Kau Gagal Bercinta Langsung Minum Racun, Matilah Kau... "

Regional
Terbukti Jadi Barang Curian, Museum Kembalikan Peti Emas Kuno ke Mesir

Terbukti Jadi Barang Curian, Museum Kembalikan Peti Emas Kuno ke Mesir

Internasional
Sebelum Tewaskan 5 Orang, Pelaku Penembakan di Illinois Dipecat dari Pekerjaannya

Sebelum Tewaskan 5 Orang, Pelaku Penembakan di Illinois Dipecat dari Pekerjaannya

Internasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Joko Driyono Tersangka dan Terlibat Pengaturan Skor | Pungli di Tanah Abang

[POPULER MEGAPOLITAN] Joko Driyono Tersangka dan Terlibat Pengaturan Skor | Pungli di Tanah Abang

Megapolitan
Genangan di Permukiman dan Ruas Jalan Jakarta Sudah Surut

Genangan di Permukiman dan Ruas Jalan Jakarta Sudah Surut

Megapolitan
Edy Rahmayadi: Tolong Hentikan Kebohongan...

Edy Rahmayadi: Tolong Hentikan Kebohongan...

Regional
Ini Sejumlah Jalan yang Tergenang karena Hujan Semalam

Ini Sejumlah Jalan yang Tergenang karena Hujan Semalam

Megapolitan
'Balaslah dengan Karya', Lagu Ciptaan Difabel Penuh Bakat hingga Penyemangat saat Diremehkan

"Balaslah dengan Karya", Lagu Ciptaan Difabel Penuh Bakat hingga Penyemangat saat Diremehkan

Regional
Santri yang Hanyut di Magelang Ditemukan Tewas di Pantai Trisik Bantul

Santri yang Hanyut di Magelang Ditemukan Tewas di Pantai Trisik Bantul

Regional
Minggu, DKI Diperkirakan Kembali Diguyur Hujan

Minggu, DKI Diperkirakan Kembali Diguyur Hujan

Megapolitan
Navigasi Bandara Baru Kulon Progo akan Dilayani 'Mobile Tower'

Navigasi Bandara Baru Kulon Progo akan Dilayani "Mobile Tower"

Regional
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, 9 Wilayah Ini Terancam Banjir Rob

Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, 9 Wilayah Ini Terancam Banjir Rob

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas dan Sudah Membusuk, Ditemukan Warga di Area Persawahan

Mayat Tanpa Identitas dan Sudah Membusuk, Ditemukan Warga di Area Persawahan

Regional
Ancam Warisan Leluhur, Warga Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 Miliar

Ancam Warisan Leluhur, Warga Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 Miliar

Regional

Close Ads X