Puluhan Pemuda Jawa Tengah Digembleng Jadi Jubir Pancasila

Kompas.com - 13/10/2018, 22:20 WIB
Sejumlah pemuda dari Jawa Tengah dilatih di dalam pelatihan Juru Bicara Pancasila, Sabtu (13/10/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINSejumlah pemuda dari Jawa Tengah dilatih di dalam pelatihan Juru Bicara Pancasila, Sabtu (13/10/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com - Puluhan pemuda, aktivis hingga mahasiswa di Jawa Tengah mulai digembleng untuk dijadikan sebagai juru bicara Pancasila. Mereka diharapkan menjadi pihak yang ikut serta menjawab serangan terhadap Pancasila.

Sekumpulan pemuda dana aktivis dari berbagai latar belakangan dilatih secara khusus oleh Komunitas Bela Indonesia (KBI). Komunitas itu hingga kini telah melatih pemuda serupa di enam kota lain di Indonesia, dan akan melatih di 25 kota besar di Indonesia.

Koordinator KBI, Anick HT mengatakan, pelatihan juru bicara Pancasila diperlukan untuk memperkuat kesadaran masyarakat meneguhkan ideologi Pancasila sebagai perekat bangsa.

Pelatihan juru bicara dipandang penting karena saat ini terjadi penguatan sektarianisme dan politisasi agama. Falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa perlu terus diingatkan agar tidak tergerus bahkan dilupakan.

“Keresahan itu jadi dasar pembentukan gerakan KBI. Sebagai aksi nyata, KBI melakukan pelatihan juru bicara Pancasila di 25 provinsi di Indonesia,” ujar Anick, Sabtu (13/10/2018) di Semarang.

Baca juga: Mahfud MD: Pancasila Harus Mampu Menjawab Kebutuhan Generasi Alpha

Dijelaskannya, para calon jubir Pancasila di setiap wilayah digembleng dengan materi yang sesuai dengan penguatan dasar negara itu. Salah satu rujukan sumber yang digunakan adalah sebuah buku dan konsep bernama "Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia".

Buku yang ditulis oleh konsultan politik Denny JA dan kawan-kawan dijadikan panduan secara teoritis. Buku itu juga dijadikan rujukan bagi masyarakat yang ingin memahami Pancasila di era kekinian.

"Buku Rumah Bersama ini kami jadikan panduan teoretis untuk memahami Pancasila dalam konteks kekinian, tentunya yang pro terhadap hak asasi manusia dan sistem demokrasi modern," tambahnya.

Para peserta di dalam pelatihan juga berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari unsur lintas agama, hingga berbagai komunitas.

Mereka dipertemukan di dalam satu konsep berupa kemah bersama untuk bersama-sama membincangkan keberagaman.

“Calon jubir Pancasila juga dilatih skill penulisan, berdebat serta manajemen media sosial. Pengelolaan media sosial menjadi poin penting di era kekinian ini," tambahnya.

Baca juga: Setiap Hari, Bupati Madiun Sawer Rp 3 Juta bagi Warga yang Hafal Lagu Garuda Pancasila

Para calon jubir juga bisa berdebat di media sosial untuk ikut meluruskan pemahanan soal Pancasila.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X