Ditanya soal Kasus Bupati Malang, Ketua KPK: Ini Tanya Kasus Terus

Kompas.com - 13/10/2018, 19:20 WIB
 Ketua KPK Agus Raharjo mengunjungi usai menghadiri kegiatan pertemuan diaspora di Pendopo Kabupaten Magetan. KPK belum menetapkan tersangka baru dalam dugaan kasus gratifikasi oleh Bupati Malang Rendra Kresna. KOMPAS.com/SUKOCO Ketua KPK Agus Raharjo mengunjungi usai menghadiri kegiatan pertemuan diaspora di Pendopo Kabupaten Magetan. KPK belum menetapkan tersangka baru dalam dugaan kasus gratifikasi oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

MAGETAN, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan tersangka baru terkait dugaan kasus korupsi Bupati Malang Rendra Kresna usai memeriksa 8 saksi.

Di sela kegiatan kunjungannya ke Kabupaten Magetan, Ketua KPK Agus Raharjo mengaku belum bisa memastikan hasil pemeriksaan 8 saksi tersebut.

Iki takon kasus ae (ini tanya kasus terus). Aku nggak tahu detailnya, aku belum bisa komentar,” ujarnya, Sabtu (13/10/2018).

Agus Raharjo yang lahir di Kabupaten Magetan tersebut terlihat mengunjungi sejumlah usaha kecil menengah usai menghadiri kegiatan pertemuan diaspora di Pendopo Kabupaten Magetan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah pembuat kue jenang di Desa Candirejo. Di lokasi tersebut, selain menikmati langsung jenang khas Kabupaten Magetan, Agus Raharjo bahkan terlihat ikut mencoba mengaduk adonan jenang di dalam wajan besar yang dimasak.

Baca juga: Dugaan Suap Bupati Malang, KPK Periksa Pemilik Perusahaan Pemenang Tender DAK 2011

KPK telah menetapkan Bupati Malang menjadi tersangka dalam dua kasus kasus dugaan tindak pidana koruspsi pada Kamis (11/10/2018).

Bupati Malang periode 2010-2015 tersebut diduga menerima suap terkait penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar tahun anggaran 2011.

Dalam kasus tersebut, KPK juga menetapkan pihak swasta, Ali Murtopo sebagai tersangka pemberi suap.

Baca juga: KPK Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Bupati Malang

Rendra Kresna juga diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,55 miliar selama manjabat bupati 2 periode. KPK juga menetapkan Eryk Armando Talla, pihak swasta, yang diduga turut menikmati uang gratifikasi tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X