API Madiun Berubah Jadi Politeknik, Lulusannya Langsung Kerja di LRT Jakarta-Palembang - Kompas.com

API Madiun Berubah Jadi Politeknik, Lulusannya Langsung Kerja di LRT Jakarta-Palembang

Kompas.com - 13/10/2018, 08:49 WIB
Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek dan Dikti, Patdono Suwignjo didampingi Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan RI, Umiyatun Hayati Triastuti saat berkunjung di kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia di Kota Madiun, Jumat (12/10/2018) siang. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek dan Dikti, Patdono Suwignjo didampingi Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan RI, Umiyatun Hayati Triastuti saat berkunjung di kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia di Kota Madiun, Jumat (12/10/2018) siang.

MADIUN, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Umiyatun Hayati Triastuti mengatakan lulusan Poltek Perkeretaapian Indonesia akan semakin banyak dibutuhkan mengingat pengembangan moda transportasi kereta api dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia.

"Tidak hanya Jawa dan Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga ada. Selain itu pihak swasta juga melakukan investasi di pulau lainnya" kata Triastuti saat berkunjung di kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia ( API) Madiun, di Kota Madiun, Jumat (12/10/2018) siang.

Menurut Triastuti, Kemenhub bekerja sama dengan lintas kementerian hingga BUMN agar lulusan API bisa diserap pasar kerja. Hasilnya, lulusan API sudah bekerja di MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Palembang hingga KAI.

"Lulusan API sudah bekerja di MRT, LRT Jakarta bahkan LRT Palembang," ungkap Triastuti.

Baca juga: MRT Jakarta Segera Beroperasi, Rekrut Lulusan Taruna API Madiun

Naiknya status lembaga pendidikan API menjadi politeknik menjadikan Kemenhub sebagai regulator harus siap baik dari pusat hingga daerah. Pasalnya operator tidak hanya PT KAI saja. Nanti muncul operator baru seperti MRT hingga anak perusahaan PT KAI.

Triastuti menjelaskan potensi market pendidikan vokasi, terapan atau profesional dibidang perkeretaapian masih akan berkembang di Indonesia.

Apalagi banyak program pemerintah dan swasta menggunakan kereta api sebagai moda transportasi unggulan kedepan sistem transportasi nasional Indonesia.

Ditanya berapa banyak lulusan politeknik perkeretapian yang diterima kerja, Triastuti mengatakan dua angkatan lulusan API sebanyak 206 orang sudah diterima di dunia kerja.

Naiknya status API menjadi politeknik akan menambah makin banyaknya SDM yang dididik di lembaga pendidikan milik Kemenhub itu.

Baca juga: Apakah Lulusan Politeknik Sesuai Tuntutan Dunia Kerja?

"Jangan sampai diisi tenaga asing maka kami bersinergi dengan kementerian, perindustrian, tenaga kerja dan BUMN," jelas Triastuti.

Penuhi pasar kerja

Sementara itu Kementerian Ristek-Dikti menyetujui kenaikan status lembaga pendidikan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) menjadi Politeknik Perkeretaapian Indonesia untuk memenuhi pasar kerja industri perkeretapian Indonesia yang berkembang cepat dalam tiga tahun terakhir.

"Tiga tahun terakhir perkembangan perkeretapian di Indonesia maju dengan cepat. Hal itu ditandai dengan adanya kereta api cepat. Untuk itu pengembangan kereta api membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam jumlah banyak," ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek dan Dikti Patdono Suwignjo saat berkunjung ke kampus API Madiun.

Dengan beralihnya status akademi menjadi politeknik maka bisa membuka prodi magister terapan hingga doktoral terapan. Sementara bila berstatus akademi hanya boleh menyelenggarakan sampai D4 saja.

"Ke depannya poltek bisa hasilkan sarjana terapan hingga doktor terapan di bidang perkeretapian," kata Patdono.



Close Ads X