Korupsi Pengadaan Seragam Satpol PP, 3 Pejabat Pemkab Bima Ditahan - Kompas.com

Korupsi Pengadaan Seragam Satpol PP, 3 Pejabat Pemkab Bima Ditahan

Kompas.com - 12/10/2018, 20:10 WIB
Para tersangka kasus korupsi saat digiring ke mobil tim Kejaksaan untuk dibawa ke Lapas Bima, Jumat (12/10/2018)KOMPAS.com/Syarifudin Para tersangka kasus korupsi saat digiring ke mobil tim Kejaksaan untuk dibawa ke Lapas Bima, Jumat (12/10/2018)

BIMA, KOMPAS.com- Kejaksaan Negeri Bima Nusa Tenggara Barat ( NTB) menahan 3 tersangka korupsi Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Bima, Jumat (12/10/2018).

Ketiga tersangka tersebut diseret ke penjara karena terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan seragam dinas Satpol PP tahun 2014.

Adapun tersangka masing-masing Kepala Bidang Pengawasan dan Operasi Satpol PP Kadri, mantan Bendahara Satpol PP Samsul Bahri, serta mantan Kepala Satpol PP Iskandar yang kini jadi kepala bidang di Dinas Perhubungan.


Kasi Pidsus Kejari Bima, I Wayan Suryawan mengatakan, ketiga tersangka korupsi itu resmi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kejaksaan.

"Mereka sudah ditahan mulai tanggal 12 Oktober 2018," kata Wayan. 

Baca juga: Imbalan Hanya Satu Variabel Pendukung, Tak Otomatis Turunkan Kasus Korupsi

Setelah beberapa jam dilakukan pemeriksaan, tiga tersangka langsung digiring ke mobil tim penyidik lalu menuju lembaga permasyarakatan (Lapas) Bima, sekitar pukul 15.21 Wita.

Menurut Wayan, saat ini jaksa penuntut telah mempersiapkan berkas perkara 3 orang tersangka dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

"Kami upayakan secepatnya, pekan depan akan dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menyebutkan, para tersangka ditahan karena ikut terlibat dalam kasus pengadaan seragam dinas dan sejumlah kegiatan fiktif bersama eks pimpinannya yaitu mantan Kasat Pol PP Edy Darmawan yang sudah terlebih dahulu divonis bersalah.

Dalam perkara pertama, Edy Darmawan yang sebelumnya menggantikan posisi Iskandar sebagai Kasat Pol PP divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Mataram, NTB.

"Dari putusan perkara pertama itu, kami temukan fakta baru yaitu adanya keterlibatan tiga tersangka yang saat ini telah ditahan," ujar Wayan.

Ia mengatakan, kasus dugaan korupsi yang melibatkan para oknum pejabat di Satpol PP itu telah bergulir sejak tahun 2017 lalu.

Dalam kasus itu, kata Wayan, para tersangka bersama mantan pimpinannya sengaja membuat laporan pertanggungjawaban fiktif untuk sejumlah kegiatan di satuannya tahun 2014.

"Salah satu laporan fiktifnya adalah pengadaan seragam dinas Satpol PP. Padahal kegiatan tidak ada," tuturnya.

Akibat laporan fiktif itu, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 431 juta. 

"Tersangka saat ini kami titipkan di Lapas Bima," pungkasnya.


Terkini Lainnya

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional
Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Nasional

Close Ads X