Masih Trauma, Murid SD Pengungsi Gempa Palu Kini Belajar di Palopo - Kompas.com

Masih Trauma, Murid SD Pengungsi Gempa Palu Kini Belajar di Palopo

Kompas.com - 12/10/2018, 19:18 WIB
Murid SD yang mengungsi ke palopo akibat gempa bumi dan tsunami kini bermain dan belajar bersama di SDN 30 Mattirowalie, Jumat (12/10/2018)KOMPAS.com/AMRAN AMIR Murid SD yang mengungsi ke palopo akibat gempa bumi dan tsunami kini bermain dan belajar bersama di SDN 30 Mattirowalie, Jumat (12/10/2018)

PALOPO, KOMPAS.com - Gempa bumi dan tsunami yang memporak-porandakan kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) lalu, membuat sejumlah fasilitas umum seperti sekolah rusak parah. Warga, termasuk anak-anak sekolah, sebagian terpaksa mengungsi ke luar daerah.

Pelajar yang mengungsi umumnya memilih sekolah di tempat yang tak jauh dari pengungsian, salah satunya di SDN 30 Mattirowalie, kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Dua orang murid, yakni Raska (7) dan Putri (7), diterima di kelas 1, sejak Rabu (10/10/2018).


Kepala sekolah SDN 30 Mattirowalie Suriana mengatakan, 2 murid korban gempa di Palu sudah aktif belajar, namun masih mengalami trauma.

“Kedua murid tersebut kami terima dan sudah menerima materi pelajaran di kelas 1. Kondisi rumah keduanya sudah rusak rata. Sementara salah satu diantaranya sudah yatim piatu akibat gempa bumi dan tsunami,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Tinggal di Padang Pengembalaan Ternak, Pengungsi Donggala Butuh Terpal

Proses belajar mengajar berlangsung seperti yang telah dialami di sekolah asalnya di Palu. Meski masih trauma dengan gempa bumi, mereka tetap mengikuti proses pembelajaran.

Untuk mengikis rasa trauma, pihak sekolah berupaya memberikan pemulihan dengan cara bermain bersama tanpa harus ada pembedaan.

Sekolah juga menggratiskan pakaian dan alat tulis. Kepala sekolah mengimbau guru dan siswa agar tidak menanyakan kejadian yang dialami saat gempa di Palu.

“Saya imbau kepada guru-guru, tidak boleh menyinggung kejadian di daerahnya, kami berusaha menghindari itu. Kecuali, dia sendiri yang bercerita. Sambut dengan rasa kegembiraan dan berikan pemahaman bahwa harus bersabar dengan kejadian tersebut,” jelasnya.

Raska selamat dari musibah gempa bumi dan tsunami bersama kedua orang tuanya, namun rumah dan isinya hancur.

Eko (45), orang tua Raska merasa bersyukur anaknya bisa diterima di sekolah.

"Saya sangat berterima kasih kepada pihak sekolah bisa menerima anak saya untuk bisa melanjutkan sekolahnya. Mungkin kami tidak kembali lagi ke Palu akibat rumah sudah hancur," ujarnya.

Sementara Putri kehilangan kedua orang tuanya saat gempa. Rumahnya juga rusak parah. Putri menumpang bersama keluarganya di Kota Palopo.

Putri diantar oleh pamannya dari Palu ke Palopo bersama pengungsi lainnya, termasuk Eko.


Terkini Lainnya

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Nasional
Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa 'Kebo Nyusu Gudel'

Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa "Kebo Nyusu Gudel"

Edukasi
Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Nasional
Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Regional
La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional
DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional

Close Ads X