Berduaan dalam Kamar dengan Istri Orang, Anggota Polda NTT Dibekuk - Kompas.com

Berduaan dalam Kamar dengan Istri Orang, Anggota Polda NTT Dibekuk

Kompas.com - 12/10/2018, 18:49 WIB
Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Propam Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap seorang anggota kepolisian yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda NTT, FA.

Kabid Propam Polda NTT Kombes I Gede Mega Suparwitha mengatakan, FA ditangkap karena kedapatan berduaan dengan seorang wanita yang telah bersuami di salah satu kos-kosan di wilayah Kalurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kamis (11/10/2018) pukul 23.30 Wita.

"Bripka FA ini kita amankan bersama seorang wanita yang telah bersuami berinisial MS," ucap Mega kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018) malam.

Menurut Mega, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada anggota yang melanggar aturan dan mencoreng nama institusi.

Baca juga: Intip Istri Orang Buang Air Besar, Mahasiswa Ini Babak Belur Dihajar Massa

Mega mengatakan, Propam telah menerima pengaduan dan laporan dari suami MS.

"Kami telah menerima laporan pengaduan terhadap Bripka FA, sehingga kami telah mengamankannya untuk selanjutnya menjalani proses sidang kode etik," ungkap Mega.

Dalam penggerebekan itu, suami MS bersama keluarganya ikut ke lokasi kos-kosan itu. Bahkan Bripka FA yang telah ketakutan pun sempat bersembunyi di dalam kamar mandi.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan di dalam kamar kos itu, berupa pakaian dalam milik MS yang tercecer di lantai.

Kemudian keduanya langsung diamankan ke Mapolda NTT untuk proses penanganan lanjutan.

Suami MS, yang enggan menyebutkan namanya hanya mengungkap untuk menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada polisi.

“Saya sudah buat laporan resmi di Polda NTT. Saya serahkan sepenuhnya ke penyidik, untuk proses hukum," tutupnya.


Terkini Lainnya

Sandiaga Uno Nongkrong di Salah Satu Kedai Kopi Tua di Bandung

Sandiaga Uno Nongkrong di Salah Satu Kedai Kopi Tua di Bandung

Regional
Ditinggal Sendirian, Balita Meninggal Terapung di Bak Kamar Mandi

Ditinggal Sendirian, Balita Meninggal Terapung di Bak Kamar Mandi

Regional
Bupati Bekasi Ditangkap, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Taati Aturan Tata Ruang

Bupati Bekasi Ditangkap, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Taati Aturan Tata Ruang

Megapolitan
Kalla: Kampanye Negatif Kadang Susah Dihindari...

Kalla: Kampanye Negatif Kadang Susah Dihindari...

Nasional
Bagaimana Kelanjutan Seleksi CPNS di Sulteng dan NTB? Ini Keputusan BKN

Bagaimana Kelanjutan Seleksi CPNS di Sulteng dan NTB? Ini Keputusan BKN

Nasional
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif, Ini Kata Risma

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif, Ini Kata Risma

Regional
KPK Sita BMW yang Digunakan Kabid Tata Ruang Bekasi Melarikan Diri

KPK Sita BMW yang Digunakan Kabid Tata Ruang Bekasi Melarikan Diri

Nasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Bukan Anggota Perbakin

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Bukan Anggota Perbakin

Megapolitan
Ketua DPR Sebut Penembak Peluru Nyasar Baru Lulus Sertifikasi Tembak Reaksi

Ketua DPR Sebut Penembak Peluru Nyasar Baru Lulus Sertifikasi Tembak Reaksi

Nasional
Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Pasar Jabon Besok

Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Pasar Jabon Besok

Megapolitan
Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

Nasional
'Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya...'

"Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya..."

Megapolitan
Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Nasional
Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Internasional
Close Ads X