Tipu Warga Janjikan Lolos PNS, Kepala Dusun Diamankan Polisi - Kompas.com

Tipu Warga Janjikan Lolos PNS, Kepala Dusun Diamankan Polisi

Kompas.com - 12/10/2018, 18:06 WIB
Tersangka (kiri) ketika ditanya oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat (kanan), mengenai perbuatan sudah dilakukan olehnya.KOMPAS.com / Hamzah Tersangka (kiri) ketika ditanya oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat (kanan), mengenai perbuatan sudah dilakukan olehnya.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sudarno (45), Kepala Dusun Rejo Sari, Desa Gendang Lor, Kecamatan Sugio, Lamongan, harus berurusan dengan polisi. Ia dilaporkan melakukan tindak penipuan dengan menjanjikan bisa meloloskan CPNS.

Pelaku dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Siti Supiatin (30), warga Dusun Slempit, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Lamongan, dan Mujiono (38) warga Desa Bakalan, Kecamatan Sugio, Lamongan, lantaran merasa tertipu dengan apa yang dijanjikan oleh Sudarno.

“Menurut pengakuan korban serta laporan yang kami dapat, pelaku ini telah menipu dua orang. Satu korban mengaku telah membayar Rp 150 juta, dan satu korban lagi itu membayar Rp85 juta dan mereka dijanjikan lulus seleksi CPNS. Tapi, itu semua tak lebih daripada tipu daya,” ujar Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat, Jumat (12/10/2018).


Setelah kedua korban menyetor uang kepada pelaku, apa yang dijanjikan tidak pernah terwujud. Sehingga, mereka akhirnya sadar sudah tertipu dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

“Ada memang teman pelaku, sekarang malah sudah divonis (pengadilan). Sementara itu data yang kami peroleh dan akan coba kami kembangkan lagi,” jelasnya.

Baca juga: Pakai Atribut 2 Capres, Korban Penipuan Apartemen Mengadu ke Polda Jatim

Ungkapan Wahyu merujuk pada kasus yang dilakukan oleh Akhwan Hadi Purwanto, yang sudah lebih dulu dijatuhi vonis oleh pengadilan.

Kini, Akhwan yang berprofesi sebagai ASN di salah satu dinas yang ada di Pemkab Lamongan telah mendekam di penjara, juga lantaran kasus penipuan CPNS.

“Jadi pelaku ini meminta imbalan uang, dan itu dilakukan oleh korban secara bertahap. Ada yang Rp 15 juta, ada juga yang hingga Rp 25 juta. Itu semua tercatat dalam kwitansi. Oleh pelaku, sebagian uang itu ada yang disetor untuk AHP,” tutur dia.

Dari catatan yang dimiliki pihak kepolisian, kejadian penipuan itu sudah berlangsung sejak September 2011. Namun, korban baru melaporkan kejadian tersebut pada Senin (1/10/2018) lalu, karena korban masih coba bersabar untuk menunggu apa yang dijanjikan oleh pelaku.

“Namun karena sudah bertahun-tahun tidak juga mendapat apa yang dijanjikan, akhirnya kedua korban merasa hanya ditipu dan kemudian melaporkan apa yang dialami,” pungkasnya.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

Petugas kepolisian juga turut menyita lima lembar kwitansi pembayaran dari korban kepada pelaku dengan nominal yang berbeda, sebagai barang bukti.

Kompas TV Polisi menilai kerugian negara mencapai Rp14 triliun.



Terkini Lainnya

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional
Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Nasional

Close Ads X