Seorang Warga Meninggal Mendadak saat Makan di Warung "Burjo" - Kompas.com

Seorang Warga Meninggal Mendadak saat Makan di Warung "Burjo"

Kompas.com - 12/10/2018, 17:31 WIB
Korban tewas di rumah makan Burjo kawasan Jalan KH Samanhudi Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, dimasukkan dalam mobil ambulans, Jumat (12/10/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Korban tewas di rumah makan Burjo kawasan Jalan KH Samanhudi Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, dimasukkan dalam mobil ambulans, Jumat (12/10/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Seorang warga bernama Budi Susilo (28) meninggal mendadak seusai menyantap makanan di warung makan "Burjo HD HT 2" di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/10/2018).

Warga Kabangan, Laweyan, itu tiba-tiba terjatuh dari tempat duduknya dan tergeletak di lantai setelah beberapa saat menyantap makanan di rumah makan tersebut.

"Korban terjatuh setelah makan. Sempat kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal dunia," kata salah seorang karyawan rumah makan, Ahmad Syauqi (21) kepada Kompas.com, Jumat.

Menurut Ahmad, korban tiba di rumah makan sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian korban pesan makanan berupa nasi telur dadar dan es sirup kepada salah seorang karyawan. Namun, belum habis makanan yang dipesannya itu, korban terjatuh dari tempat duduknya.

"Melihat korban terjatuh dan kejang-kejang di lantai, saya langsung menghubungi Linmas dan ketua RT setempat," katanya.

Baca juga: Kecelakaan di Jalur Jonggol-Cariu, 2 Orang Meninggal

Kakak kandung korban, Anggoro yang datang ke lokasi, menambahkan, adiknya tersebut sempat memiliki riwayat sakit menahun diduga komplikasi. Dia juga mengatakan, sebelum diketahui meninggal di rumah makan, adiknya mengeluhkan sakit.

"Adik saya sudah lama punya riwayat sakit. Tetapi dua hari kemarin mengeluh sakit," ujarnya.

Anggoro mengaku, sempat terkejut mendengar kabar bahwa adiknya tersebut meninggal di rumah makan. Pasalnya, saat menerima kabar duka itu, ia baru bangun tidur.

"Habis bangun tidur dapat kabar adik saya meninggal. Lalu saya mendatangi rumah makan untuk memastikannya," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono mengatakan, korban meninggal dunia diduga karena sakit jantung. Pasalnya, saat diperikasa oleh tim inafis dari Polresta Surakarta tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

Baca juga: Tiga Warga Sumenep Meninggal Dunia akibat Gempa di Situbondo

Selanjutnya atas permintaan keluarga, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

"Tidak ada tanda-tanda penganiyaan. Korban meninggal murni karena sakit," kata Kapolsek.


Terkini Lainnya


Close Ads X