Siswa SD di Solo Sumbang Mainan "Othok-othok" untuk Anak Korban Bencana Sulteng - Kompas.com

Siswa SD di Solo Sumbang Mainan "Othok-othok" untuk Anak Korban Bencana Sulteng

Kompas.com - 12/10/2018, 12:40 WIB
Siswa SD Kristen Manahan Solo, Jawa Tengah, menyumbang mainan tradisional othok-othok untuk anak-anak korban gempa dan tsunami Sulteng, Jumat (12/10/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Siswa SD Kristen Manahan Solo, Jawa Tengah, menyumbang mainan tradisional othok-othok untuk anak-anak korban gempa dan tsunami Sulteng, Jumat (12/10/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Ratusan siswa SD Kristen Manahan di Kota Solo, Jawa Tengah, menyumbangkan permainan tradisional othok-othok untuk anak-anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah ( Sulteng).

Permainan tradisional yang mulai dilupakan masyarakat tersebut diharapkan bisa menghibur dan menghilangkan kesedihan anak-anak korban gempa dan tsunami yang melanda daerah itu, Jumat (28/9/2018).

Mainan tradisional othok-othok mereka kumpulkan di halaman sekolah. Sebelum dimasukkan ke kardus, mainan dari bambu itu mereka mainkan secara bersama-sama.

Tak jauh dari tempat mereka membunyikan mainan tradisional othok-othok, terdapat poster bertulis "#Solidaritas dari Solo untuk Palu".


Baca juga: Jangan Ditanya Lagi, BMKG Tidak Bisa Prediksi Gempa

Salah seorang siswa kelas 5 SD Kristen Manahan Gabriel Winni (11) mengatakan, bantuan mainan tradisional othok-othok tersebut diharapkan bisa menghibur anak-anak korban gempa Sulteng.

"Semoga bantuan ini bisa menghibur dan menghilangkan trauma bagi anak-anak korban gempa di sana. Dengan mainan tradisional ini anak-anak di sana bisa kembali ceria," kata Gabriel kepada Kompas.com, di SD Kristen Manahan, Solo, Jumat (12/10/2018).

Siswa lainnya, Deandrakira Nathanelia (11) menambahkan, mainan tradisional othok-othok tersebut ia beli dari hasil menyisihkan uang saku. 

Ia ingin bantuan mainan itu bisa membuat anak-anak korban gempa di Sulteng kembali ceria.

"Semoga anak-anak di sana bisa kembali bahagia, senang dengan permainan ini. Saya juga berdoa supaya aktivitas di sana kembali pulih dan tidak terjadi gempa lagi," ucap Deandra.

Baca juga: Rela Meninggalkan Kuliah Demi Korban Gempa Lombok

Sementara Kepala SD Kristen Manahan Yustinus Sukiyo mengatakan, penggalangan dana dengan mengumpulkan mainan tradisional othok-othok dilakukan untuk melatih siswa ikut merasakan penderitaan para korban gempa di Sulteng.

Dengan demikian, mereka bisa menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli mainan tradisional.

"Kita ingin menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap saudara-saudara kita yang ada di Donggala dan Palu. Sekaligus menumbuhkan pendidikan karakter kepada mereka," kata dia.

Siswa yang dilibatkan dalam kegiatan itu, sambung Yustinus, sekitar 230 siswa kelas 4 dan 5.

Selain menyumbang permainan tradisional, pihaknya juga melakukan penggalangan dana bantuan melalui yayasan.

"Secara dinas bantuan kita serahkan melalui gugus dan secara kelembagaan bantuan kita serahkan melalui PPKS (Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta). Semoga bantuan itu bisa meringankan penderitaan korban gempa di Sulteng," ungkap Yustinus.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bikin Geger Perancis, Siapa Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg?

Bikin Geger Perancis, Siapa Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg?

Internasional
Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Mendagri Prihatin

Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Mendagri Prihatin

Nasional
Yusril Sebut Ada Kemungkinan Gugat KPU ke DKPP

Yusril Sebut Ada Kemungkinan Gugat KPU ke DKPP

Nasional
17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Nasional
Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa 'Kebo Nyusu Gudel'

Tantangan Literasi Era Digital dan Peribahasa "Kebo Nyusu Gudel"

Edukasi
Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Menurut Menteri Perdagangan, Pasar Tradisional Kini Sudah Mulai Naik Kelas

Nasional
Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Regional
La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional
DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional

Close Ads X