Kronologi Ayah Jual Anak Kandungnya Rp 10 Juta - Kompas.com

Kronologi Ayah Jual Anak Kandungnya Rp 10 Juta

Kompas.com - 12/10/2018, 11:23 WIB
Ilustrasi. Nikuwka Ilustrasi.

LANGSA, KOMPAS.com – Polisi membeberkan kronologi SK (41), warga Desa Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama, yang menjual anak kandungnya ST (7 bulan) Rp 10 juta pada pasangan suami istri.

Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Agung Wijaya Kusuma mengatakan, kasus ini berawal ketika istrinya, NP, melaporkan kasus itu ke Mapolres Langsa.

“Awalnya, SK menerima informasi dari JM dan IM tentang ada orang yang ingin mengadopsi anak. SK berniat untuk menjual anaknya ST, baru berusia tujuh bulan,” ujar Agung, Jumat (12/10/2018).

Saat itu, sambung Agung, istri pelaku tidak berada di rumah karena sedang menghadiri pesta pernikahan.

Lalu, SK membawa anaknya dan perlengkapan bayi, kemudian menjualnya ke RM dan MS.

Baca juga: Polisi Tangkap Ayah yang Jual Anak Kandungnya Rp 10 Juta

 

Pasangan suami istri asal Kota Sabang itu menerima informasi dari JM dan IM bahwa ada orang yang berniat menjual anaknya.

“Pelaku membawa anaknya lewat pintu samping rumah. Mertuanya sempat melihat, namun dia langsung pergi dengan sepeda motor,” ungkapnya.

Setiba di SPBU Alue Dua, Kota Langsa, SK menghubungi JM dan IM untuk menyerahkan bayi. Mereka lalu membawa bayi ke kompleks perumahan Deno Indah, Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

“Di Perumahan Deno Indah itu mertua pelaku yang membeli anak. Di sana lalu dibuat surat pernyataan serah terima anak dan dibayar Rp 10 juta. Setelah itu, anak tersebut langsung dibawa ke Kota Sabang untuk diserahkan ke pembeli,” ungkap Agung. 

Dia menjelaskan, setelah menerima laporan dari istri pelaku, polisi langsung mencari suaminya dan menangkapnya. Dari sana terungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus penjualan bayi itu.

Baca juga: Suami Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 8 Bulan, Istri Lapor Polisi

Barang bukti yang disita berupa perlengkapan bayi, telepon seluler yang digunakan para tersangka, surat pernyataan para tersangka serta uang tunai jutaan rupiah, hasil penjualan anak kandung SK.

“Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut, tersangka kita kenakan pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 Jo pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Traficking dan Perlindungan Anak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap pelaku yang menjual anak kandungnya seharga Rp 10 juta. Kasus ini menjadi kasus pertama ayah menjual anaknya di Kota Langsa.


Terkini Lainnya

Bagaimana Kelanjutan Seleksi CPNS di Sulteng dan NTB? Ini Keputusan BKN

Bagaimana Kelanjutan Seleksi CPNS di Sulteng dan NTB? Ini Keputusan BKN

Nasional
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif, Ini Kata Risma

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif, Ini Kata Risma

Regional
KPK Sita BMW yang Digunakan Kabid Tata Ruang Bekasi Melarikan Diri

KPK Sita BMW yang Digunakan Kabid Tata Ruang Bekasi Melarikan Diri

Nasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Bukan Anggota Perbakin

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Bukan Anggota Perbakin

Megapolitan
Ketua DPR Sebut Penembak Peluru Nyasar Baru Lulus Sertifikasi Tembak Reaksi

Ketua DPR Sebut Penembak Peluru Nyasar Baru Lulus Sertifikasi Tembak Reaksi

Nasional
Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Pasar Jabon Besok

Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Pasar Jabon Besok

Megapolitan
Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

Pastikan Warga Bisa Gunakan Hak Pilih, Komnas HAM Koordinasi dengan KPU dan Bawaslu

Nasional
'Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya...'

"Kalau Mereka Mau Tanah Ini, Ayo ke Pengadilan Tunjukkan Sertifikatnya..."

Megapolitan
Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Nasional
Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Internasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

Megapolitan
Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Nasional
INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

Megapolitan
Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Regional
Close Ads X