Atlet Para Cycling Sri Sugiyanti Kembali Raih Perak di Asian Para Games 2018 - Kompas.com

Atlet Para Cycling Sri Sugiyanti Kembali Raih Perak di Asian Para Games 2018

Kompas.com - 12/10/2018, 06:41 WIB
Puluhan warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menyaksikan ‎Sri Sugiyanti (24) berlaga dalam Asian Para Games 2018 di Jakarta, Kamis (11/10/2018).Dokumen Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Puluhan warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menyaksikan ‎Sri Sugiyanti (24) berlaga dalam Asian Para Games 2018 di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Jumlah perolehan medali yang dikantongi Atlet Para Cycling Indonesia, Sri Sugiyanti (24) dalam ajang Asian Para Games 2018 bertambah lagi.

Kali ini, atlet asal Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah tersebut mampu meraih medali perak di nomor individual pursuit 3.000 meter putri (B), Kamis (11/10/2018).

"Sri Sugiyanti memperoleh medali perak lagi hari ini. Alhamdulilah, kami sangat bangga," kata Kepala Desa Sengonwetan, Priyo Hutomo kepada Kompas.com.

Priyo dan puluhan warganya memang menyaksikan langsung Sri Sugiyanti berlaga di Jakarta. Pun demikian juga Sugimin, ayah Sri Sugiyanti yang juga ikut memberikan dukungan kepada putrinya itu.

Baca juga: Dukung Sri Sugiyanti Raih Medali, Puluhan Warga Grobogan Nglurug ke Jakarta

"Penontonnya banyak mas. Merinding karena sebagian besar berteriak memanggil-manggil nama Sri Sugiyanti," sambung Priyo.

Dijelaskan Priyo, sejak pagi hingga siang, Sri Sugiyanti sudah tampil untuk babak penyisihan hingga semifinal.

Setelah mengerahkan seluruh kemampuan, Sri Sugiyanti akhirnya berhasil masuk final dan berlaga dengan atlet Malaysia. Laga final dilangsungkan sore mulai jam 15.00 WIB.

"Sangat menegangkan menonton langsung saat laga final. Sri Sugiyanti hanya terpaut waktu 1,2 detik saja dari lawannya. Meski meraih perak, itu sudah sangat membanggakan bagi kami karena ini adalah even tingkat Asia. Sabtu lusa, Sri Sugiyanti masih akan tampil sekali lagi. Kami minta doa yang terbaik tentunya dapat medali lagi," kata Priyo.

Baca juga: Cerita Suparni Yati Atlet Difabel Peraih Medali Emas Asian Para Games, Segera Berangkatkan Mamak Umrah

Prestasi membanggakan diraih atlet Para Cycling Indonesia Sri Sugiyanti (24) yang berlaga dalam ajang Asian Para Games 2018.

Atlet asal Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan itu berhasil menyumbang dua medali bagi kontingen Indonesia. Medali yang didapat berupa satu perak dan satu perunggu.

Medali perunggu diraih Sri Sugiyanti di nomor Woman Time Trial Kelas B, Senin (8/10/2018) kemarin.

Sedangkan torehan perak didapat saat berlaga di nomor Woman Road Race Blind 70 km pada Selasa (9/10/2018).

Keberhasilan Sri Sugiyanti meraih dua medali itu juga sudah diunggah lewat akun Instagram resmi Kemenpora.


Seperti diketahui, untuk pertama kalinya Sri Sugiyanti mendulang medali perak dan perunggu di cabang olahraga (cabor) Para Cycling Asian Para Games 2018.

Sri tampil di nomor Women's Road Race Blind di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor.

Berkat kegigihannya, Sri yang didampingi pilotnya Maghfiro Ni'mal membuktikan jika pendatang baru bisa meraih medali.

Penampilan Sri cukup membanggakan karena setelah memperoleh medali perunggu, ia lantas menyabet medali perak dengan menyelesaikan 18 laps dengan jarak tempuh 72 kilometer.

Baca juga: Presiden Jokowi: Bonus Atlet Asian Para Games Sama dengan Asian Games

Ia berhasil finish diurutan ke dua dengan catatan waktu 2 jam 25 menit 30 detik.

Pada laga tersebut, Sri harus mengakui keunggulan atlet Women's Road Race Blind asal Malaysia Mohd Zais Nur Azlia Syafinaz yang berada di posisi pertama.

Sedangkan di posisi ketiga ditempati pebalap Singapura, Lee Seok Bee Emily.

Nomor yang dipertandingkan

Perlu diketahui kategori nomor yang dipertandingkan dalam laga Para Cycling adalah H, hand bike, yang menggunakan tangan karena kakinya lemah.

Kategori B, Blind, atlet penyandang tunanetra untuk nomor tandem menggunakan sepeda dua orang.

Kemudian kategori C, normal, yang tidak punya tangan dan kaki, tapi badannya normal dan sepedanya normal.



Close Ads X