5 BERITA POPULER NUSANTARA: Gempa Guncang Sumenep, Pesta Seks di Surabaya, hingga Banjir di Medan - Kompas.com

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Gempa Guncang Sumenep, Pesta Seks di Surabaya, hingga Banjir di Medan

Kompas.com - 12/10/2018, 06:00 WIB
Gempa Sumenep Rabu (13/6/2018) dengan kekuatan M 4,8 telah merusak puluhan rumah warga. Gempa Sumenep Rabu (13/6/2018) dengan kekuatan M 4,8 telah merusak puluhan rumah warga.

KOMPAS.comGempa magnitudo 6,4 di timur laut Situbondo yang mengguncang Jawa Timur hingga Bali membuat daerah Sumenep terdampak paling parah. Gempa terjadi pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB.

Dilaporkan ratusan bangunan rusak dan tiga orang meninggal dunia. 

Selain fakta di balik peristiwa gempa di Sumenep, penghentian evakuasi korban bencana di Sulawesi Tengah juga menjadi sorotan pembaca di Kompas.com pada hari kemarin.

Kasus pesta seks tiga pasangan pasutri juga terus diikuti perkembangannya oleh pembaca.

Berikut ini 5 berita populer nusantara:

1. Gempa magnitudo 6,4 di Timur Laut Situbondo terasa hingga Bali

Kapolsek Tempurejo, AKP Suhartanto, melihat rumah warga yang rusak diguncang gempa Situbondo, Kamis (11/10/2018).Dok Humas Polres Jember Kapolsek Tempurejo, AKP Suhartanto, melihat rumah warga yang rusak diguncang gempa Situbondo, Kamis (11/10/2018).

Pusat gempa berada di 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur, dan terjadi sekitar pukul 01:44:57 WIB pada Kamis (11/10/2018). Gempa terjadi selama beberapa detik. 

Berdasarkan keterangan resmi BMKG, gempa berkedalaman 12 km dan tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa juga dirasakan di beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Malang, dan Sumenep. Bahkan, gempa juga dirasakan hingga ke Denpasar, Bali.

Bagaimana kondisi Sumenep dan sekitarnya?

Baca berita selengkapnya: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Situbondo, Getaran Terasa dari Malang hingga Bali

2. Bawaslu Kota Kediri selidiki mobil dinas saat kampanye Sandiaga

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, Memegang Tempe Sebesar Tablet, Saat Blusukan di Pasar Tanjung Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (7/10/2018).KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, Memegang Tempe Sebesar Tablet, Saat Blusukan di Pasar Tanjung Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (7/10/2018).

Sekretaris Partai Gerindra Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Abdul Rozak, mengaku belum menerima informasi dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan salah satu kadernya saat kampanye Sandiaga Uno di Kediri beberapa waktu lalu.

"Hingga detik ini kami belum mengetahui adanya dugaan pelanggaran itu," ujar dia, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, pengurus Gerindra Kabupaten Kediri merasa tidak mendapat undangan saat ada kegiatan kampanye yang berlangsung di wilayah Kediri Kota itu.

Bahkan, pada saat digelarnya kampanye itu, lanjut Rozak, dia tengah mempersiapkan rumah juang yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

Sudahkah ada hasil dari penyelidikan Bawaslu Kota Kediri?

Baca berita selengkapnya: Anggota DPRD Diduga Pakai Mobil Dinas Saat Kampanye Sandiaga, Ini Tanggapan Gerindra

3. Kasus pesta seks di Surabaya, pesertanya dari pengusaha hingga pegawai

Ilustrasi SelingkuhAnchiy Ilustrasi Selingkuh

Polisi mengatakan bahwa peserta pesta seks menyimpang di Surabaya, yakni seks bertukar pasangan ( swinger) dan threesome, berasal dari berbagai kalangan, mulai pengusaha hingga pegawai BUMN.

Kasus pesta seks menyimpang ini berhasil dibongkar Unit III Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim. Dalam kasus ini, polisi mengamankan pelaku, yakni Eko (31) dan istrinya yang hamil 8 bulan, DW (25), warga Blitar.

Pasutri ini digerebek di sebuah hotel di Surabaya saat pesta seks bersama dua pasutri lain asal Sidoarjo.

Baca berita selengkapnya: Pesta Seks Menyimpang di Surabaya, Pesertanya Pegawai BUMN hingga Pengusaha

4. Evakuasi korban bencana di Sulawesi Tengah dihentikan

Anggota Tim SAR melakukan pencarian korban di lokasi terdampak gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Operasi pencarian dan evakuasi jenazah korban gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada 28 September 2018 terhitung Kamis (11/10) dihentikan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/18.MOHAMAD HAMZAH Anggota Tim SAR melakukan pencarian korban di lokasi terdampak gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Operasi pencarian dan evakuasi jenazah korban gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada 28 September 2018 terhitung Kamis (11/10) dihentikan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/18.

Proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan dihentikan pada Kamis (11/10/2018).

Penghentian tersebut berdasarkan potensi penyebaran virus penyakit dari jenazah, masa evakuasi sudah diperpanjang, dan pihak keluarga sudah ikhlas.

Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pemimpin penanganan korban gempa dan tsunami Sulteng yang ditunjuk Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan penghentian tersebut.

Keputusan penghentian didapat setelah rapat koordinasi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Tengah, pemda setempat, BNPB, Badan SAR Nasional (Basarnas), perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, hingga masyarakat setempat. 

Baca berita selengkapnya: Evakuasi Korban Gempa Sulteng dan Tsunami Palu Dihentikan, Ini 3 Alasannya

5. Kota Medan banjir lagi, ini kata Gubernur Edy Rahmayadi

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajecksah memantau lokasi genangan air,di kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Jumat (5/10/2018).Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajecksah memantau lokasi genangan air,di kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Jumat (5/10/2018).

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku masih mencari solusi terkait banjir yang kerap melanda Kota Medan dan sekitarnya belakangan ini.

"Oh iya, kami masih mencari solusinya. Banjir itu karena apa dan terus solusinya bagaimana? Kami cari tahu dulu bagaimana," katanya di lantai delapan Kantor Gubernur, Selasa (9/10/2018).

Edy berharap, permasalahan banjir segera terselesaikan lantaran banyak masyarakat sudah mengeluhkan masalah ini, apalagi saat hujan turun.

"Akan kami cepat selesaikan masalah ini," katanya.

Genangan air setinggi mata kaki pada Jumat (5/10/2018) membuat Edy dan Wakil Gubernur Musa Rajeckshah tidak bisa menunaikan shalat Ashar di Masjid Agung.

Baca berita selengkapnya: Medan Banjir Terus, Ini Kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Sumber: KOMPAS.com (Caroline Damanik, Aprillia Ika, M Agus Fauzul Hakim, Ira Rachmawati)



Close Ads X