Bawaslu Riau: Ada Pelanggaran dalam Deklarasi Kepala Daerah Dukung Jokowi

Kompas.com - 11/10/2018, 22:12 WIB
Kepala daerah di Riau saat melakukan deklarasi dukungan terhadap Jokowi di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu sore (10/10/2018).Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra Indriani Kepala daerah di Riau saat melakukan deklarasi dukungan terhadap Jokowi di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu sore (10/10/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seluruh kepala daerah di Riau mendukung calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dua periode. Dukungan itu dideklarasikan bersama-sama di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (10/10/2018) kemarin sore.

Terkait hal ini, Bawaslu Riau menilai bahwa kepala daerah tidak etis apabila membawa nama jabatan instansi pemerintah dalam mendukung salah satu calon presiden (capres).

"Dukungan harusnya atas nama perorangan. Jadi kalau atas nama bupati atau wali kota yang mendukung salah satu calon presiden, itu tidak boleh," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Dia mengatakan, Bawaslu sudah melakukan rapat pleno untuk mengkaji pelanggaran yang dilakukan oleh para kepala daerah tersebut.


"Saat ini kita fokuskan kepada pemakaian nama bupati dan wali kota, karena ini berarti secara kelembagaan. Padahal kepala daerah tidak boleh memberikan dukungan kepada salah peserta pemilu. Ini yang menjadi konsen kita," ucap Rusidi.

Dia mengatakan, jika seandainya nanti ternyata memenuhi unsur pelanggaran, maka akan dibahas di sentra Gakkumdu.

"Tapi saya melihat, unsur pelanggaran administrasi kode etik sebagai penyelenggara negara, saya pikir memang kuat," terang Rusidi.

Baca juga: Bawaslu Akan Panggil Kepala Daerah yang Deklarasi Dukung Jokowi

Karena, menurutnya, ketika melaksanakan dukungan atau mendukung salah satu capres, maka tidak boleh membawa embel-embel bupati dan wali kota.

Sebagaimana diketahui, kepala daerah atau pegawai negeri sipil (PNS) harus netral dalam penyelenggaraan pemilu.

"Kalau menilai tidak netral, itu masih terlalu pagi. Tapi kita melihat ada celah, yakni dipakainya atas nama wali kota dan bupati untuk mendukung salah satu peserta pemilu," kata Rusidi.

Akan dipanggil

Oleh karena itu, Bawaslu Riau sudah menjadwalkan untuk memanggil kepala daerah yang hadir pada deklarasi mendukung Jokowi dua periode.

"Selasa kita panggil. Sebelumnya kita jadwalkan Senin, tapi kita ada acara deklarasi pemilu damai bersama Polda Riau dan KPU Riau. Undangan,akan disampaikan besok, Jumat (12/10/2018)," ucap Rusidi.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X