Kekeringan, Warga Sampang Antri Berjam-jam untuk Sejeriken Air

Kompas.com - 11/10/2018, 19:58 WIB
Salah satu sumur di Desa Palenggien yang dijadikan warga untuk mencari air.  Kode Penulis : KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANSalah satu sumur di Desa Palenggien yang dijadikan warga untuk mencari air.


SAMPANG, KOMPAS.com - Warga Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, harus bekerja keras untuk mendapatkan air bersih di saat puncak kemarau tiba.

Sebab, sumber air di desa tersebut sudah banyak yang kering. Jangankan untuk mandi, untuk minum pun mereka kesulitan.

Remmeh (60) salah warga Dusun Tebbes, Desa Palenggiyan, harus berangkat jam 02.00 WIB dini hari untuk mendapatkan air.

Dia bersama dengan warga lainnya mencari air ke sumur-sumur yang masih ada airnya.

Berbekal jeriken ukuran 25 liter, Remmeh baru bisa pulang ke rumahnya setelah antri berjam-jam.

"Kalau berangkat jam 2 malam, baru bisa pulang jam 5 pagi setelah jeriken penuh," ujar Remmeh, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Didistribusikan Air Bersih, PMI Kerahkan 20 Truk Tangki di Sulteng

Menurut Remmeh, lamanya waktu untuk mendapatkan air karena harus antri dengan warga lainnya.

Selain harus antri, juga menunggu keluarnya air di dalam sumur. Debit air dari sumur sangat kecil.

"Satu jam belum tentu dapat satu jeriken," ungkap nenek dengan empat cucu ini.

Dalam seminggu, Remmeh bisa menyimpan air 100 liter. Air yang didapatkan itu harus cukup  untuk minum, memasak dan hewan ternak selama seminggu.

Keluarga Remmeh kadang harus mengurangi untuk urusan mandi.

"Kalau mandi tidak begitu penting. Yang utama untuk masak dan minum dan minumnya sapi," ujarnya.

Baca juga: 530 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Untuk 15 Desa Kekeringan

Kepala Desa Palenggiyan Khoiri mengakui, jika saat ini di desanya betul-betul krisis air.

Bantuan dari pemerintah hanya seminggu dua kali. Itu pun hanya dibagikan per jeriken kepada warga dan belum mencukupi.

Pernah ada upaya untuk membuat sumur bor. Namun gagal karena tidak menemukan sumber air.

"Sudah tiga kali saya bikin bor sumur, tapi ketiga-tiganya gagal meskipun kedalamannya mencapai 120 meter," terang Khoiri.

Untuk mencari solusi krisis air bersih, Khoiri mengaku sudah kehabisan cara. Meskipun ada dua embung air di desanya, namun belum bisa mengatasi.

Ketika kemarau, air di embung hanya bisa digunakan untuk mandi meskipun warna airnya sudah keruh dan tak layak. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Regional
Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Regional
Ibu Muji Kembali ke Rumah yang Terbakar karena Anaknya Masih di Dalam, tapi Keduanya Tak Pernah Keluar

Ibu Muji Kembali ke Rumah yang Terbakar karena Anaknya Masih di Dalam, tapi Keduanya Tak Pernah Keluar

Regional
Lantik 17 Kepala Daerah di Jateng, Ganjar: Jabatan Ini Mandat, Tuannya Rakyat

Lantik 17 Kepala Daerah di Jateng, Ganjar: Jabatan Ini Mandat, Tuannya Rakyat

Regional
Dipanggil KPK Jelang Hari Pelantikan, Bupati Semarang Minta Penjadwalan Ulang

Dipanggil KPK Jelang Hari Pelantikan, Bupati Semarang Minta Penjadwalan Ulang

Regional
Tiba di Kepri, Ansar Ahmad dan Marlin Langsung Ikut Tepuk Tepung Tawar

Tiba di Kepri, Ansar Ahmad dan Marlin Langsung Ikut Tepuk Tepung Tawar

Regional
Pesan Khusus Gubernur Banten Saat Lantik Wali Kota Cilegon, Segera Tangani Kemaksiatan

Pesan Khusus Gubernur Banten Saat Lantik Wali Kota Cilegon, Segera Tangani Kemaksiatan

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 6 Kali Guguran Lava Pijar dan 1 Kali Awan Panas

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 6 Kali Guguran Lava Pijar dan 1 Kali Awan Panas

Regional
Hari Kedua Vaksinasi Massal di Banten, Terjadi Kerumunan Ratusan Guru Antre Disuntik

Hari Kedua Vaksinasi Massal di Banten, Terjadi Kerumunan Ratusan Guru Antre Disuntik

Regional
Suami Pembunuh Bayi 9 Bulan Tak Tahu Istrinya Selingkuh, Tak Curiga Pelaku Pamit ke Rumah Bibi

Suami Pembunuh Bayi 9 Bulan Tak Tahu Istrinya Selingkuh, Tak Curiga Pelaku Pamit ke Rumah Bibi

Regional
Tak Terima Anak Gadisnya Disebut Hamil Sebelum Menikah, Pria Ini Bacok Besannya

Tak Terima Anak Gadisnya Disebut Hamil Sebelum Menikah, Pria Ini Bacok Besannya

Regional
Polisi: Kades di Tasikmalaya Korupsi Dana Desa Rp 256 Juta untuk Perkaya Diri

Polisi: Kades di Tasikmalaya Korupsi Dana Desa Rp 256 Juta untuk Perkaya Diri

Regional
Bupati dan Wabup Trenggalek Resmi Dilantik, Nur Arifin: Kami Siap Menjalankan Amanah

Bupati dan Wabup Trenggalek Resmi Dilantik, Nur Arifin: Kami Siap Menjalankan Amanah

Regional
Pergerakan Tanah di Sindanglangu Cianjur Sebabkan Sawah Bergeser, Tiap Hari Maju Sedikit-sedikit

Pergerakan Tanah di Sindanglangu Cianjur Sebabkan Sawah Bergeser, Tiap Hari Maju Sedikit-sedikit

Regional
Diwarnai Hujan, Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Blora Berjalan Lancar dan Khidmat

Diwarnai Hujan, Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Blora Berjalan Lancar dan Khidmat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X