Polisi Magelang Kota Ungkap Dugaan Korupsi Pencairan KUR BRI

Kompas.com - 11/10/2018, 17:09 WIB
Gelar perkara dugaab tipikor pengajuan dan pencairan KUR BRI unit Botton Kota Magelang, Jawa Tengah, di Polres Magelang Kota, Kamis (11/10/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Gelar perkara dugaab tipikor pengajuan dan pencairan KUR BRI unit Botton Kota Magelang, Jawa Tengah, di Polres Magelang Kota, Kamis (11/10/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota berhasil mengungkap dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada pengajuan dan pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Botton Kota Magelang, Jawa Tengah.

Polisi telah mengamankan dua tersangka, yakni Masduki Zen (36) warga Dusun Digul, Desa Pirikan, Kecamatan Secang Kabupaten Magelang dan Hendhi Widya Harsanto (30) warga Dusun Gupit, Desa Kadirojo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kepala Satuan Reskrim Polres Magelang, AKP Rinto Sutopo, menjelaskan, Masduki merupakan karyawan sebuah diler kendaraan bermotor yang bertindak sebagai pencari nasabah KUR. Setidaknya 11 data nasabah berhasil ia himpun sejak tahun 2015.

Kemudian, Masduki mengajukan pencairan KUR ke BRI unit Botton atas nama 11 nasabah tersebut. Dalam proses pencairan ini, Masduki dibantu oleh tersangka Hendhi yang merupakan mantri BRI unit Botton.

"Ternyata Masduki hanya meminjam data (KTP) 11 nasabah itu untuk pengajuan dan pencairan KUR. Dibantu Hendhi pencairan dana berhasil dengan tanpa prosedur survei terlebi dahulu," jelas Rinto dalam gelar perkara tersebut di mapolres Magelang Kota, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Pelapor Korupsi Dapat Imbalan Rp 200 Juta, Ini Kata Gubernur Babel

Nilai total dana KUR yang berhasil dicairkan mencapai Rp 229 juta yang masuk ke kantong pribadi Masduki untuk membiayai usahanya. Awalnya, Masduki bisa rutin mengangsur pinjaman ini. Namun di tengah perjalanan mengalami kredit macet sekitar bulan Juli 2017.

"Ada laporan masyarakat terjadi kredit macet di BRI unit Botton. Setelah kami selidiki ternyata ada dugaan penyalahgunaan data nasabah, penggunaan surat keterangan usaha (SKU) fiktif, foto dan dokumentasi hasil survei fiktif, yang dilakukan oleh kedua tersangka, sehingga menimbulkan kerugian negara," papar Rinto.

Adapun barang bukti yang disita antara lain 5 buku tabungan BRI Simpedes Unit Botton Magelang, 2 buku tulis, slip bukti penerimaan uang KUR dari BRI, 11 bendel berkas pengajuan hutang, dan uang tunai Rp 2,5 juta serta bukti lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, tersangka mengakui perbuatannya. Masduki sendiri mengaku sudah menghabiskan uang kredit tersebut dan hanya tersisa Rp 2,5 juta. Sementara Hendhi nekat berbuat demikian, karena untuk memenuhi target sebagai mantri," ulasnya.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang Kota, AKP Nur Sajaah, menambahkan meski sudah menjadi tersangka, baik Masduki maupun Hendhi selama ini tidak ditahan karena kooperatif. Keduanya selalu memenuhi panggilan polisi ketika diperiksa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X