Kurang Makanan, Pengungsi Korban Gempa di Donggala Terpaksa Mengemis

Kompas.com - 11/10/2018, 15:24 WIB
Pengungsi korban tsunami di berbagai lokasi pengungsian di dataran tinggi Donggala mengemis di jalan untuk makan. KOMPAS.com/ JUNAEDIPengungsi korban tsunami di berbagai lokasi pengungsian di dataran tinggi Donggala mengemis di jalan untuk makan.

DONGGALA, KOMPAS.comPengungsi di Desa Tosale, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terpaksa mengemis karena kekurangan makanan.

Para pengungsi ini rata-rata tinggal di dataran tinggi dan mereka tidak mau pulang karena truma atau rumahnya hancur akibat disapu tsunami.

Nurlela, salah satu pengungsi, terpaksa meminta belas kasihan dari para pengendara yang lalu lalang di sekitar tenda pengungsian atau meminta makanan dari warga terdekat di lokasi pengungsian.

“Yang paling dibutuhkan itu beras. Selama ini kalau bukan tetangga yang kasihan atau belas kasihan pengendara kita susah,” kata Nurlela, warga korban gempa yang mengaku rumahnya rata dengan tanah disapu tsunami, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Evakuasi Korban Gempa Sulteng dan Tsunami Palu Dihentikan, Ini 3 Alasannya

Nurlela bingung harus pulang ke mana. Sebab, rumah dan harta benda yang ia kumpulkan bertahun-tahun bersama suaminya hancur dan rata dengan tanah setelah disapu tsunami.

Pengungsi lainnya, Samsiah, mengaku masih trauma dan enggan kembali ke desanya lantaran gempa susulan masih terus terjadi dan kerap membuat dirinya panik. Ia bersama keluarga mengaku baru akan meninggalkan perbukitan jika situasi sudah aman dari gempa.

“Kita masih terus bertahan karena masih sering terjadi gempa-gempa susulan yang bikin panik. Mungkin kalau situasinya sudah tenang, baru kami akan pulang,” ujar Samsiah.

Baca juga: Pengungsi Gempa dan Tsunami Asal Palu Capai 400 Orang di Luwu

Para pengungsi berharap mendapat bantuan dari pemerintah atau dermawan. Sebab, mereka menilai selama ini distribusi bantuan tidak merata.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X