Jual Arak, Nenek 70 Tahun Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara - Kompas.com

Jual Arak, Nenek 70 Tahun Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kompas.com - 11/10/2018, 15:02 WIB
Sadiyem (70) warga Desa Bekonang diamankan anggota Kepolisian Resor Magetan karena kedapatan membawa 17 jerigen arak, sejenis minuman keras yang berasal dari fermentasi beras. Dok Polres Magetan Sadiyem (70) warga Desa Bekonang diamankan anggota Kepolisian Resor Magetan karena kedapatan membawa 17 jerigen arak, sejenis minuman keras yang berasal dari fermentasi beras.

MAGETAN, KOMPAS.com – Sadiyem (70) warga Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diamankan anggota Polres Magetan.

Sadiyem kedapatan membawa arak, sejenis minuman keras yang berasal dari fermentasi beras.

Kasatreskirm Polres magetan AKP Sukatni mengatakan, nenek Sadiyem diamankan di kecamatan Palosan saat akan menjual 17 jerigen arak.

“Palaku masih menjalani pemeriksaan. Kita amankan saat akan menjual miras di Plaosan, Selasa (5/10/2018). Barang bukti yang kita amankan sebanyak 30 liter atau 17 jerigen,” ujarnya, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Ribuan Botol Miras di Gudang Polisi Kosong, Tikus Jadi Tertuduh

Sukatni menambahkan, Sadiyem hanya menggantikan anaknya yang biasa memproduksi miras jenis arak tersebut ke pemesannya di kecamatan Plaosan.

Dari penjualan 17 jerigen miras jenis arak, pelaku bisa mengantongi uang hingga Rp 4 juta.

“Mirasnya jenis home industry. Pelaku yang kita amankan ini menggantikan anaknya yang sakit untuk mengantar miras ke pelanggannya,” imbuhnya.

Saat ini, nenek Sadiyem bersama kendaraan serta barang bukti 17 jerigen miras jenis arak diamankan di Polres Magetan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya memperdagangkan miras jenis arak tersebut, Nenek Sadiyem terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Pasal yang kita kenakan 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun,” pungkas Sukatni.


Terkini Lainnya

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Nasional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Megapolitan
Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk  di Persembunyiannya

Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk di Persembunyiannya

Regional
Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Nasional
Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Megapolitan
Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Nasional
Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Regional
Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Megapolitan
ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

Internasional
Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Regional
Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi 'Sniper' Saat Hendak Dideportasi

Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi "Sniper" Saat Hendak Dideportasi

Internasional
Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Viral Orang Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Buwas Serahkan ke Institusi Lain

Nasional
Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Perbakin DKI Sebut Terduga Penembak Peluru Nyasar di Gedung DPR Anggota Baru

Nasional
Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Komnas HAM Siap Gelar Mediasi Warga yang Tolak Pembangunan Bandara Kulon Progo

Nasional
Close Ads X