Dukung Sri Sugiyanti Raih Medali, Puluhan Warga Grobogan "Nglurug" ke Jakarta - Kompas.com

Dukung Sri Sugiyanti Raih Medali, Puluhan Warga Grobogan "Nglurug" ke Jakarta

Kompas.com - 10/10/2018, 21:29 WIB
Sugimin, ayah Sri Sugiyanti saat ditemui di rumahnya? di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jateng, Rabu (10/10/2018).?KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Sugimin, ayah Sri Sugiyanti saat ditemui di rumahnya? di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jateng, Rabu (10/10/2018).?

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kesempatan atlet Para Cycling Indonesia Sri Sugiyanti (24) untuk menambah perolehan medali dalam ajang Asian Para Games 2018 masih terbuka.

Hal ini menyusul masih ada dua nomor pertandingan lagi yang akan diikuti atlet asal Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jateng tersebut.

Sebelumnya, lulusan SMA 8 Surakarta ini sudah meraih dua medali, perak dan perunggu. 

Medali perunggu diraih Sri dari nomor Woman Time Trial Kelas B, Senin (8/10/2018). Sedangkan perak didapat saat berlaga di nomor Road Race Putri 70 km, Selasa (9/10/2018).

"Sri Sugiyanti meraih prestasi yang membanggakan bagi Indonesia dan warga Desa Sengonwetan. Bagi kami, prestasi seperti ini, belum tentu akan terulang hingga seratus tahun lagi," kata Kades Sengonwetan, Priyo Hutomo, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Pengalaman Berharga Para Volunter Asian Para Games 2018

Masih adanya kesempatan meraih medali, puluhan warga Sengonwetan secara spontan berencana berangkat ke Jakarta.

Tujuannya, untuk melihat dan memberikan dukungan langsung pada Sri Sugiyanti saat bertanding pada Kamis dan Sabtu mendatang.

Lokasi pertandingan dijadwalkan di Velodrome balap sepeda di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

"Puluhan warga kami berangkat ke Jakarta sore ini. Ada yang naik bus dan ada yang naik kereta api. Warga Sengonwetan yang merantau di Jakarta juga sudah bersiap untuk menonton Sri Sugiyanti berlaga. Saya juga akan ikut berangkat ke Jakarta," beber Priyo.

Selain itu, Sugimin, ayah Sri Sugiyanti juga akan diajak ke Jakarta untuk memberikan suntikan semangat pada anak kedua dari lima bersaudara itu.

Sebelumnya, Sugimin hanya berkesempatan melihat perjuangan anaknya lewat televisi.

"Alhamdulillah dan terima kasih karena saya diajak untuk berangkat ke Jakarta. Kami mohon doa supaya anak saya bisa meraih medali emas dan mengharumkan nama Indonesia," kata Sugimin.

Baca juga: Bersama Calon Bayi, Suwarti Raih Emas Asian Para Games

Prestasi membanggakan diraih atlet Para Cycling Indonesia Sri Sugiyanti (24) yang berlaga dalam ajang Asian Para Games 2018.

Untuk pertama kalinya Sri Sugiyanti mendulang medali perak dan perunggu di cabang olahraga (cabor) Paracycling Asian Para Games 2018.

Sri tampil di nomor Women's Road Race Blind di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor.

Berkat kegigihannya, Sri yang didampingi pilotnya Maghfiro Ni'mal membuktikan jika pendatang baru bisa meraih medali.

Penampilan Sri cukup membanggakan karena setelah memeroleh medali perunggu, ia lantas menyabet medali perak dengan menyelesaikan 18 laps dengan jarak tempuh 72 kilometer.

Ia berhasil finish di urutan kedua dengan catatan waktu 2 jam 25 menit 30 detik.

Pada laga tersebut, Sri harus mengakui keunggulan atlet Women's Road Race Blind asal Malaysia Mohd Zais Nur Azlia Syafinaz yang berada di posisi pertama. Sedangkan di posisi ketiga ditempati pebalap Singapura, Lee Seok Bee Emily.

Perlu diketahui, kategori nomor yang dipertandingkan dalam laga Paracycling adalah H, hand bike, yang menggunakan tangan karena kakinya lemah.

Kategori B, blind, atlet penyandang tunanetra untuk nomor tandem menggunakan sepeda dua orang. Kemudian kategori C, normal, yang tidak punya tangan dan kaki, tapi badannya normal dan sepedanya normal.

Hingga kini, Indonesia berada di peringkat 6 pada klasemen sementara, mengantongi 7 medali emas, 11 perak, 17 perunggu.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Megapolitan
Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Nasional
Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Regional
Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Internasional
Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Nasional
14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

Regional
Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Regional
Close Ads X