Kehadiran Warga Hambat Evakuasi Buaya di Sungai Cileungsi-Kali Bekasi

Kompas.com - 10/10/2018, 16:54 WIB
Ilustrasi buayaThinkstockphotos.com Ilustrasi buaya

BOGOR, KOMPAS.com - Proses evakuasi tiga ekor buaya yang muncul di perbatasan Sungai Cileungsi-Kali Bekasi terhambat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Anggota Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Barat, Aman Sujianam mengatakan, kehadiran warga di sana justru memperlambat proses evakuasi.

Menurut Amran, hal itu juga dapat menggangu satwa (buaya) selama proses evakuasi berlangsung.

"Rencana tadi malam mau dilakukan evakuasi kembali. Tapi terhalang dan terganggu dengan banyaknya masyarakat yang datang ke lokasi," sebut Aman, Rabu (10/10/2018).


Baca juga: Petugas Duga Ada Orang Melepas Buaya Senyulong di Kali Anak Ciliwung

Aman menambahkan, hasil monitoringnya bersama petugas gabungan, diketahui ada tiga ekor buaya di perbatasan sungai antara Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi itu.

Kata Aman, dua ekor buaya jenis muara dan satu ekor buaya jenis senyulong.

Sejauh ini, sambungnya, baru satu ekor buaya jenis muara yang sudah dievakuasi. Buaya itu memiliki panjang 1,3 meter.

"Yang diketahui ada tiga buaya di sana, baru ketangkap satu," katanya.

"Yang belum kita tahu, sudah berapa lama buaya-buaya itu di sana. Karena nggak ada yang mau ngaku, karena itu (buaya) dilindungi," tambah dia.

Baca juga: Ada 2 Jenis Buaya yang Muncul di Kali Anak Ciliwung

Dia pun memastikan, evakuasi terhadap buaya tersebut akan terus dilakukan hingga semuanya tertangkap.

"Nangkapnya pun nggak diuber-uber, karena khawatir akan kabur ke tempat lain. Kita pakai setrum, tapi nggak bahaya buat satwa (buaya) itu," pungkas dia. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Regional
Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Regional
Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Regional
Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Regional
Close Ads X