Ratusan Kepsek SMP di Garut Deklarasi Penolakan Gay Di Sekolah

Kompas.com - 10/10/2018, 15:17 WIB
Para kepala sekolah SMP di seluruh Garut menggelar deklarasi lawan LGBT di lingkungan sekolah, Rabu (10/10/2018) di SMP Yos Sudarso Garut Kota Kompas.com/Ari Maulana KarangPara kepala sekolah SMP di seluruh Garut menggelar deklarasi lawan LGBT di lingkungan sekolah, Rabu (10/10/2018) di SMP Yos Sudarso Garut Kota

GARUT, KOMPAS.com - Terungkapnya komunitas gay kalangan siswa SMP/SMA di Garut di jejaring media sosial Facebook, menuai reaksi dari para kepala sekolah.

Ratusan kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Garut menggelar deklarasi penolakan terhadap LGBT di sekolah.

"Kami para sekolah SMP yang tergabung dalam MKKS Kabupaten Garut yang berjumlah 384 kepala sekolah menyatakan menolak dengan tegas LGBT," jelas Yusuf Satria Gautama, Kepala MKKS SMP Garut, Rabu (10/10/2018) di SMP Yos Sudarso Jalan Ahmad Yani Garut Kota.

Ketua Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong di tempat yang sama menyampaikan, deklarasi ini sebagai bentuk perlawanan dari para kepala sekolah terhadap komunitas LGBT di sekolah.

Totong menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan keberadaan siswa yang menjadi gay di SMP.

Oleh karena itu, dirinya berharap soal gay ini hanya viral di media sosial saja.

"Kami sebenarnya tidak terima juga, karena sampai sekarang belum ada laporan dan belum ada bukti otentik keberadaan mereka," tegasnya.

Baca juga: Ulama Kaget Ada Grup FB Beranggotakan Ribuan Gay di Tasikmalaya

Deklarasi ini, menurut Totong, nantinya diaplikasikan dalam berbagai program di sekolah yang telah berjalan, dari mulai program one day one ayat, embun pagi hingga para guru diwajibkan datang lebih awal untuk menyambut siswa di sekolah.

"Sejak awal 2018, kami juga sudah melarang para siswa membawa ponsel, razia juga dilakukan di sekolah," katanya.

Sementara soal sanksi, menurut Totong, jika memang nantinya ditemukan di sekolah ada yang terlibat komunitas gay, maka pihaknya akan melakukan pembinaan.

"Kalau dampaknya sudah luas, jalan terakhir akan ada sanksi tegas yaitu dikeluarkan, sebagai efek jera bagi yang lain," tegasnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Garut Wahyudijaya menyampaikan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap akun-akun yang ada dalam grup tersebut dan melakukan penelusuran.

"Kami juga sudah koordinasi dengan KPA untuk melakukan identifikasi dengan simpul-simpul mereka," katanya.

Sebagai langkah penanganan, Kesbangpol juga akan melakukan koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait dari mulai MUI hingga instansi lainnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X