Cerita Suparni Yati Atlet Difabel Peraih Medali Emas Asian Para Games, Segera Berangkatkan Mamak Umrah

Kompas.com - 10/10/2018, 08:05 WIB
Atlet tolak peluru, Suparni Yati (kiri) bersama ibunya, Wagiyah, dan salah satu saudaranya. Suparni meraih medali emas pada cabang olahraga tolak peluru dengan nomor F-20 (disabilitas tuna grahita) di Asian Para Games 2018. KOMPAS.com/IDON TANJUNGAtlet tolak peluru, Suparni Yati (kiri) bersama ibunya, Wagiyah, dan salah satu saudaranya. Suparni meraih medali emas pada cabang olahraga tolak peluru dengan nomor F-20 (disabilitas tuna grahita) di Asian Para Games 2018.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Suparni Yati senang bukan main. Atlet asal Riau ini berhasil mempersembahkan emas kedua untuk Indonesia dalam ajang Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2018).

Dia menorehkan prestasi dalam cabang olahraga tolak peluru klasifikasi F20 atau keterbatasan intelektual. Tak hanya itu, Parni, panggilan akrabnya, memecahkan rekor Asia dengan tolakan pelurunya yang mencapai 11,03 meter.  

Ya, keterbatasan tidak lantas membuatnya berhenti berprestasi.

"Saya senang sekali. Prestasi ini buat mamak (ibu) dan saudara," ungkap Parni kepada Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Suparni lahir pada 18 Agustus 1993 di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Dia lahir sebagai penyandang tunagrahita.

Jalan Parni untuk sampai pada prestasi itu tidak mudah. Dia mengaku harus berusaha semaksimal mungkin. Berlatih dengan gigih dan disertai doa.

"Saya berusaha sekuat tenaga. Doa, dukungan orangtua dan keluarga serta pelatih. Alhamdulilah, prestasi ini dapat saya persembahkan untuk Ibu," ucap Parni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak kecil, Parni sudah terbiasa berlatih keras. Oleh karena itu, meski menyandang difabilitas, Parni sudah memiliki sederet prestasi dalam bidang olahraga. 

Parni mengatakan, dia sudah menjadi atlet sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sering mendapatkan penghargaan.

"Kelas 6 SD saya atlet voli. Kalau atlet tolak peluru sejak kelas 2 SMA. Karena saya dinilai lebih cocok di tolak peluru," kata Parni.

Melihat potensinya di tolak peluru, putri bungsu dari pasangan Asmareja (almarhum) dan Wagiyah ini semakin tekun berlatih hingga dipilih untuk mengikuti Asian Para Games 2018.

Sebelum ikut bertanding di Asian Para Games, dia mengikuti latihan tolak peluru di Rumbai, Pekanbaru. Selanjutnya mengikuti mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kota Solo sejak Januari lalu.

Bersambung ke halaman dua

 

 

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.