Yenny Wahid Sebut Tindakan Radikalisme Seseorang Disebabkan Putus Asa

Kompas.com - 09/10/2018, 22:07 WIB
Yenni Wahid (kanan) di kediaman Dahlan Iskan di SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Yenni Wahid (kanan) di kediaman Dahlan Iskan di Surabaya

SOLO, KOMPAS.com - Putri kedua Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid mengatakan, penyebab seseorang melakukan tindakan radikalisme karena putus asa.

Putus asa, disebabkan banyak hal. Misalnya, ketidakadilan dalam ekonomi. Melihat orang lain kaya, tapi ekonominya dia terbatas. 

"Begitu kemudian diprovokasi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Apalagi kalau menggunakan jargon agama sehingga gampang tersulut (tindakan radikalisme)," ungkap Yenny di Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/10/2018).

Untuk memutus mata rantai perasaan putus asa tersebut, diciptakanlah program desa damai. Komponen desa damai ini salah satunya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Menhan Nilai Bela Negara Bisa Tangkal Paham Radikalisme

 

Kemudian melatih masyarakat agar menciptakan sistem deteksi dini ketika terjadi potensi redakalisme di lingkungannya.

"Memfasilitasi terciptanya dialog yang lebih baik di antara masyarakat, tercipta saling toleransi antar masyarakat. Jadi, itu komponen utama untuk memutus mata rantai itu," tutur Yenny.

Dengan adanya program ini, Yenny berharap bisa membangun ketahanan komunitas, terutama dimulai dari komunitas desa.

Pasalnya, program desa damai ini tidak hanya menguntung masyarakat desa, tetapi juga bagi masyarakat kota. Karena warga kota bisa mencontoh model masyarakat desa.

"Di desa itu kan ada keinginan menciptakan rasa guyub, keinginan hidup rukun. Kalau ada model yang berhasil kita pakai direplikasi di daerah lain artinya desa itu sudah menyumbangkan terciptanya toleransi daerah lain terutama di perkotaan," ujar dia.

Baca juga: Jateng Masuk Zona Merah Penyebaran Radikalisme dan Terorisme

Menurut Yenny, program desa damai ini memberikan inspirasi kepada dunia. Pasalnya banyak negara dunia yang melirik program desa damai tersebut.

"Bulan November saya diundang dalam sebuah forum yang dibuat Presiden Perancis khusus untuk memaparkan program desa damai. Mereka mau belajar itu," tuturnya.

"Akhir bulan ini saya mau ke New York PBB juga memaparkan hal yang sama. Sehingga banyak negara yang ingin belajar tentang program desa damai kita di Indonesia," kata Yenny.



Terkini Lainnya

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional

Close Ads X