13 Oktober, Penerbangan Umroh Perdana dari Bandara Kertajati

Kompas.com - 09/10/2018, 21:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama  Managing Director Lion Air Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Utama BIJB Virda Dimas Eka Putra saat berbincsng dalam program Jabar Punya Informasi (Japri) dengan bahasan kesiapan penerbangan jemaah umroh perdana melalui Bandara Kertajati, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (9/10/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Managing Director Lion Air Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Utama BIJB Virda Dimas Eka Putra saat berbincsng dalam program Jabar Punya Informasi (Japri) dengan bahasan kesiapan penerbangan jemaah umroh perdana melalui Bandara Kertajati, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (9/10/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan menerbangkan jemaah umroh pada 13 Oktober 2018 mendatang.

"Minggu lalu kami sudah melakukan verifikasi bersama Kementerian Perhubungan terhadap fasilitas yang ada di terminal internasional dan sudah dinyatakan siap. Sehingga sudah dinyatakan siap beroperasi, maka penerbangan perdana umroh bisa dilaksanakan," kata Dirut PT BIJB Virda Dimas Eka Putra di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (9/1/2018).

Managing Director Lion Air Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, para jemaah akan terbang dengan Pesawat Lion Air jenis Boeing 737 seri 808 buatan tahun 2018 dengan kapasitas 176 penumpang.

"Jadi baru sekali pesawatnya yang nanti akan dipakai untuk mengantarkan rencana jemaah umroh menuju ke tanah suci," kata Daniel.

Pihak BIJB saat ini tengah mengebut pelebaran landasan pacu dari 2500 meter menjadi 3000 meter. Itu sebabnya, Bandara Kertajati belum bisa menerbangkan pesawat lebih besar.

Rute penerbangan dari Bandara Kertajati akan transit di Bandara Trivandrum India sebelum dilanjutkan menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinnah.

"Kami mesti lewat India kurang lebih selama empat setengah jam. Setelah itu, dari India ke Madinah itu kurang lebih sekitar lima jam. Tapi dari sisi infrastruktur baik terminal maupun udaranya cukup lengkap dan bahkan cukup canggih," tambah Daniel.

Baca juga: Izin dari Ridwan Kamil Keluar Pekan Ini, Perpanjangan Runway Bandara Kertajati Dilanjutkan

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, penerbangan jemaah umroh perdana ini diharapkan jadi pelecut untuk meningkatkan pangsa pasar Bandara Kertajati.

"Dengan bahagia tanggal 13 (Oktober-red) ada penerbangan paling ditunggu dengan pangsa pasar luar biasa. Karena muslim di Jabar ekonominya bagus. Sekarang enggak usah jauh ke Cengkareng, terbang direct flight dari Kertajati Madinah dengan Lion Air. Mudah-mudahan kita terus bisa menambahi perjalanan," ungkap Emil.

Vice President Dream Tour Muhammad Umar Bakadam mengatakan, dalam penerbangan itu, selain warga Jabar, jemaah umroh asal Purwokerto, Jawa Tengah, akan menjadi jemaaah pertama yang berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka pada 13 Oktober 2018 mendatang.

"Selain jemaah asal Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan atau Ciayumajakuning, jemaah dari Purwokerto juga akan menjadi jemaah pertama yang berangkat umroh ke Tanah Suci dari Bandara Kertajati," kata Umar.

Menurut Umar, dengan adanya rute penerbangan umroh dari Bandara Kertajati sangat membantu warga dari Kawasan Ciayumajakuning dan sebagian wilayah Jawa Tengah yang akan berangkat umroh ke Tanah Suci.

"Biasanya jamaah asal Ciayumajakuning dan Jateng yang berangkat umroh itu harus siap dengan macet-macet ketika ke bandara namun dengan adanya penerbangan umroh dari Bandara Kertajati itu sangat membantu sekali, minimal bisa meminimalisir kemacetan ketika perjalanan dari tempat tinggalnya ke bandara," jelasnya. 



Close Ads X