Kompas.com - 09/10/2018, 15:11 WIB
Ilustrasi STOCKVAULT.netIlustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Nyawa Saiful (50) harus berakhir tragis ditangan Haikal (26). Ia ditusuk sebilah pisau oleh anak kandungnya itu.

Peristiwa berdarah itu bermula saat ayah dan anak ini berebut lahan parkir di kawasan wisata air terjun di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro mengatakan,  Haikal (26) anak ketiga korban dan Rudi (24) putra bungsu korban datang ke lokasi kawasan parkir wisata air terjun untuk merebut lahan parkir milik ayahnya tersebut, pada Minggu (7/10/2018).

Antara Saiful dan Haikal pun terlibat adu mulut, hingga akhirnya korban menghunuskan pisau dan mengenai punggung Haikal.

“Korban sempat mengejar anaknya yakni Haikal,setelah dapat korban menusuk anaknya itu. Setelah itu korban ingin lari, namun tertangkap oleh Haikal dan dibalas tusukan oleh anaknya,” kata Bayu saat dikonfirmasi, Selasa ( 9/10/2018).

Baca juga: Pria di China Tusuk Bocah Usia 10 Tahun yang Ganggu Putrinya

Rudi, putra bungsu korban yang melihat kakaknya ditusuk oleh Saiful, langsung mencoba menolong Haikal. Namun, kakak pertamanya yakni Rizal (30) yang berada di lokasi langsung menembakkan senjata rakitan ke arah Rudi.

Rupanya, tembakan itu dibalas Rudi dengan menusuk kakak pertamanya itu menggunakan pisau. Dalam kondisi terluka parah, Rizal pun menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai. Sedangkan Rudi melarikan diri ke kebun.

"Rizal anak pertama korban masih dicari karena melompat ke sungai. Warga yang ada di lokasi langsung membawa Saiful dan Haikal yang sama-sama terluka. Tapi Saiful dinyatakan meninggal ketika dibawa ke rumah sakit,” ujar Bayu.

Dari kejadian tersebut, Rudi yang sedang bersembunyi di rumah keluarganya berhasil diringkus. Sedangkan Haikal masih dalam pengawasan petugas karena menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dua pelaku yang menewaskan korban sudah diamankan, tapi untuk Haikal masih di rumah sakit. Kakaknya Rudi masih kita cari sampai sekarang. Motif pertikaian keluarga ini karena rebutan lahan parkir,” terang Kapolres.

 Barang bukti berupa tiga pasang sandal, topi dan sebo serta senjata api rakitan kini telah disita petugas. Haikal dan Rudi pun bakal diancam dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan kurungan penjara 15 tahun.

Kompas TV Korban pun harus dirawat di rumah sakit akibat luka masing-masing di perut dan kaki.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.