5 Fakta Penggeledahan KPK di Malang, Bupati Minta Doa hingga Penyitaan Dokumen

Kompas.com - 09/10/2018, 09:30 WIB
Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIKBupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018)

KOMPAS.com — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyita sejumlah dokumen saat menggeledah rumah pribadi dan Pendopo Kabupaten Malang pada Senin (8/10/2018). 

Bupati Malang Rendra Kresna menduga, dirinya akan diperiksa KPK terkait kasus Dana Alokasi Khusus ( DAK) tahun 2011. Rendra menyempatkan diri memohon doa ketika melayani pertanyaan sejumlah wartawan.

Berikut fakta yang terungkap dari penggeledahan dugaan kasus DAK Bupati Malang.

1. Penyidik KPK menggeledah kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/2/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Pada hari Senin (8/10/2018), KPK menggeledah kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang.

Sementara itu, pintu gerbang pendopo tertutup dan dijaga ketat oleh satpam. Sejumlah wartawan pun dihalangi petugas keamanan. Selain itu, sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di area dalam pendopo.

Penggeledahan di pendopo tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Tim memang sedang ditugaskan di Malang. Tapi bukan pemeriksaan, tapi ada kegiatan pengembangan perkara yang sedang dilakukan di sana. Karena tim masih di lapangan, kami belum bisa informasi rinci, tapi ada beberapa lokasi yang didatangi oleh KPK," katanya melalui keterangan tertulis.

Baca Juga: KPK Geledah Pendopo Agung Kabupaten Malang

2. Rumah pribadi Bupati Malang juga diperiksa

Korupsi.s3images.coroflot.com Korupsi.

Pada saat bersamaan, KPK juga menggeledah rumah pribadi Bupati Malang Rendra Kresna yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Rumah pribadi juga, tapi saya tidak bisa mendampingi. Di sana yang mendampingi Pak Nazar (salah satu pejabat di Kabupaten Malang)," kata Rendra Kresna seusai penggeledahan di pendopo.

Ketua DPW NasDem Jawa Timur itu mengaku tidak mengetahui aktivitas penyidik di rumah pribadinya itu.

"Saya tidak tahu apa yang disita kalau di sana (rumah pribadi)," ujarnya.

Baca Juga: Rumahnya Digeledah KPK, Bupati Malang Duga Terkait Masalah DAK

3. Bupati Malang yakin dirinya akan diperiksa KPK

Meskipun belum menerima surat panggilan dari KPK, Rendra Kresna meyakini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil dirinya untuk pemeriksaan.

Hal itu disampaikan Rendra Kresna pasca-penggeledahan oleh penyidik KPK di Pendopo Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang, yang merupakan rumah dinas serta rumah pribadinya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin (8/10/2018) malam.

"Sampai saat ini belum (dipanggil). Mungkin pasti saya akan dipanggil dan diperiksa," katanya.

Rendra menduga, pemeriksaan tersebut terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011.

"Saya pernah dipanggil, kan. Dulu kan pernah dilaporkan ke KPK dan sempat dipanggil. (Yang dipanggil) saya kemudian beberapa pejabat saya, tentang ya pendidikan itu. Kira-kira satu tahun yang lalu terkait dengan dugaan masalah itu tadi yang kamu tanyakan itu, DAK tahun 2011," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Malang: Saya Pasti Akan Diperiksa KPK

4. KPK sita sejumlah dokumen

Pintu gerbang Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (8/10/2018) malamKOMPAS.com/ANDI HARTIK Pintu gerbang Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (8/10/2018) malam

Rendra Kresna mengaku sudah menandatangani penyitaan barang bukti dan penggeledahan KPK di rumah dinasnya itu.

"Ada beberapa barang bukti yang juga sudah diambil. Dan saya tadi menandatangani, pertama berita acara penggeledahan, kedua berita acara tentang barang bukti, dan ketiga STPBB. Itu yang saya tanda tangani," katanya.

Ketua DPW Nasdem Jawa Timur itu mengatakan, barang bukti yang dibawa KPK berupa dokumen.

" Dokumen, ada dokumen kepegawaian, ada beberapa surat pengaduan dari masyarakat," katanya.

Rendra sempat menjeaskan terkait salah satu surat pengaduan yang disita KPK.

"Pengaduan masyarakat itu satu tentang tagihan biaya kampanye waktu periode kedua yang sempat ramai itu. Ada juga mengatasnamakan kelompok tertentu yang menagih kepada saya," katanya.

Baca Juga: KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Pendopo Kabupaten Malang

5. Bupati Malang mohon doa

Bupati Malang Rendra Kresna (paling kanan) saat membuka Festival Lawang Kota Tua di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (27/9/2018).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Bupati Malang Rendra Kresna (paling kanan) saat membuka Festival Lawang Kota Tua di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (27/9/2018).

Usai rumah dan kantornya digeledah KPK, Bupati Malang Rendra Kresna meminta doa agar dirinya tetap selamat.

Permintaan doa itu disampaikan Rendra Kresna di sela memberikan keterangan terkait penggeledahan KPK di Pendopo Kota Malang, Senin (8/10/2018) malam.

"Ya, doakan saja, selamat-lah," katanya.

Sementara itu, Rendra menyebutkan bahwa penggeladahan itu terkait dengan kasus DAK pendidikan tahun 2011.

Baca Juga: Usai Digeledah KPK, Bupati Malang Minta Doa agar Selamat

Sumber: KOMPAS.com (Andi Hartik)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
Cerita di Balik Foto 2 'Pocong' Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Cerita di Balik Foto 2 "Pocong" Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Regional
[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

Regional
Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Regional
Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Regional
Cerita Dua 'Pocong' Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Cerita Dua "Pocong" Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Regional
Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Regional
UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

Regional
Suami Istri di Kendari Positif Covid-19, Sebelumnya Kontak dengan Pasien Positif Corona

Suami Istri di Kendari Positif Covid-19, Sebelumnya Kontak dengan Pasien Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X