Dapur Umum Unik, Layani Paramedis di Wilayah Gempa dan Tsunami

Kompas.com - 08/10/2018, 19:44 WIB

 

 PALU, KOMPAS.com - Dapur umum ini satu-satunya yang berbeda dengan dapur umum lainnya di Kota Palu.

Di sini, layanan makanannya 3 kali sehari dan tersedia minuman teh dan kopi.

Menunya juga lebih variatif dan bergizi.

"Kami melayani tenaga medis di lapangan dan di posko," kata Yosmart Tolede, relawan di dapur umum itu, Senin (8/10/2018).

Dalam sehari, Yosmart Tolede yang dibantu 10 orang lainnya memasak 50 kilogram atau 1 karung beras.

Mereka melayani 800 orang tenaga medis yang setiap hari bekerja keras melayani korban gempa bumi dan tsunami.

Yosmart bukanlah orang Palu. Ia dan 5 orang anak buahnya merupakan anggota Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Toraja Utara. Sedangkan 5 anak buahnya berasal dari Tagana Provinsi Maluku.

Untuk bisa menembus Palu, Tim Tagana Toraja Utara harus menempuh perjalanan darat selama 30 jam.

Perjalanan yang melelahkan karena harus menghadapi medan darat yang "berantakan" akibat guncangan gempa.

Untuk mendukung layanan "makan minum" tenaga medis, sebuah mobil truk didesain menjadi dapur umum. Semua peralatan tersedia di dalamnya.

"Tidak ada masalah selama menjalankan dukungan terhadap misi kemanusiaan di Sulawesi Tengah ini, semua berjalan lancar," kata Yosmart Tolede.

Baca juga: Polri Bangun Dapur Umum di 5 Titik Pengungsian di Sulteng

Para tenaga medis sebelum turun lapangan singgah di posko yang berada di halaman Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Mereka dilayani tim dapur umum dengan sajian menu yang lebih baik juga sapaan bersahabat dari awak dapur.

Cerita-cerita seru dan unik dari lapangan keluar di sini. Setiap tenaga medis memiliki kisah tersendiri, menyentuh rasa kemanusiaan, tragis, bahkan cerita konyol dari lapangan.

Semua akrab dalam satu semangat untuk membantu masyarakat korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.

Kopi dan teh tersaji panas, menemani kisah-kisah dari lapangan, sesekali diiringi irama musik dari Maluku yang menyenangkan.

"Sarapan enak dan kopi panas adalah awal yang indah untuk bekerja memulihkan daerah terdampak bencana," kata Yosmart Tolede.

Pukul 07.00 WITA dapur umum ini sudah siap melayani para pekerja kemanusiaan.

Sarapan pagi disajikan menu yang memberi energi lebih karena para medis ini akan memulai pekerjaannya.

Satu-persatu orang-orang berdatangan, mereka dan udara pagi yang sejuk memberi semangat untuk melahap sajian ini.

"Menunya keren, atau bisa dibilang mewah untuk kondisi yang serba darurat ini," kata Yanto, salah seorang yang turut menikmati menu dapur umum ini.

Layanan sarapan pagi tutup jam 09.00 WITA. Saat itu semua sudah di lapangan dan di posko.

"Saya yakin teman-teman paramedis bekerja maksimal. Tidak kalah dengan unsur lain yang sama-sama ingin memulihkan daerah ini," tutur Yosmart Tolede.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.