Sambangi Pesantren Tebuireng, Polda Jatim Minta Dukungan Keamanan Pilpres 2019

Kompas.com - 07/10/2018, 16:50 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, didampingi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Salahuddin Wahid dan Kadiv Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, di Pesantren Tebuireng Jombang, Minggu (7/10/2018). KOMPAS.com/Moh. SyafiiKapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, didampingi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Salahuddin Wahid dan Kadiv Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, di Pesantren Tebuireng Jombang, Minggu (7/10/2018).

JOMBANG, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki tingkat kerawanan sama terkait pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Kapolda Jatim, hajatan Pilpres 2019 yang bersamaan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) mewajibkan kepolisian bersiaga di seluruh daerah.

"Secara keseluruhan, semuanya kami prioritaskan. Karena (Pilpres 2019) yang ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena bersamaan dengan Pileg, jadi kami pukul rata sama," ujar Luki, di Pesantren Tebuireng Jombang, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Pembukaan Asian Para Games, 1.300 Anggota Satpol PP Bantu Pengamanan

Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI untuk pengamanan Pilpres 2019. Selain pengamanan di lapangan, pihaknya juga melakukan pengamanan di dunia maya guna menangkal peredaran konten hoaks dan ujaran kebencian.

Langkah itu, lanjut dia, sudah dilaksanakan sejak jauh hari hingga tahapan Pemilu 2019 selesai.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, didampingi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Salahuddin Wahid dan para pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, berziarah di makam pendiri NU, KH. Hasyim Asyari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Minggu (7/10/2018).KOMPAS.com/Moh. Syafii Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, didampingi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Salahuddin Wahid dan para pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, berziarah di makam pendiri NU, KH. Hasyim Asyari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Minggu (7/10/2018).

Berharap dukungan

Pada kesempatan itu, Luki dan jajarannya berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang.

Sebelum berziarah, ia menggelar pertemuan tertutup dengan KH Salahuddin Wahid dan jajaran pengasuh Pesantren Tebuireng.

Baca juga: Maruf Amin Tak Lupakan Almamaternya Sebagai Santri Tebuireng

Dalam keterangannya, Luki berharap pesantren mendukung kepolisian menjaga keamanan wilayah dan Pilpres 2019. 

"(Agar) dalam menjalankan tugas-tugas di Jawa Timur, dalam menghadapi tahun politik ini kami bisa mendapatkan dukungan dari para kiai dan ulama, agar kami lebih mudah menjaga keamanan," ujarnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X