Petani Keluhkan Pembatasan Pupuk Subsidi dengan Kartu Tani

Kompas.com - 05/10/2018, 17:05 WIB
Anggota Komisi 4 DPR-RI, Taufiq R Abdullah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gaopoktan) di UPT Pembenihan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (5/10/2018). KOMPAS.com/Iqbal FahmiAnggota Komisi 4 DPR-RI, Taufiq R Abdullah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gaopoktan) di UPT Pembenihan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (5/10/2018).

PURBALINGGA, KOMPAS.com- Memasuki musim tanam di kuartal akhir 2018, para petani di Purbalingga, Jawa Tengah masih mengeluh keterbatasan pupuk subsidi dari pemerintah.

Pasalnya, sejak ada Kartu Tani, konsumsi pupuk petani hanya dijatah 22 kilogram per 100 ubin.

“Padahal biasanya saya pakai 30 kilogram per 100 ubin untuk sekali tebar, satu musim panen kan dua kali tebar pupuk,” kata Suharjo (73), petani asal Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Suharjo rela blusukan ke desa-desa lain demi mendapat pupuk subsidi dari pengecer di sana. Meski demikian, tidak setiap pengecer dapat menjual pupuk subsidi secara bebas.

Sebab, sudah ada daftar penerima yang boleh dilayani dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Kalau sudah kurang pupuk, kami pesimis bisa dapat hasil panen yang optimal. Padinya tidak subur, bulirnya tidak bagus,” ujarnya.

Baca juga: Ketika Menteri Rini Bertemu Petani Difabel yang Sukses Garap Melon

Sementara petani yang lain, Nasikhin menuturkan, adanya penurunan produksi padi di Purbalingga diakibatkan juga oleh alat, hama dan kekeringan. Pemerintah, menurut dia, cukup hadir dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Tapi sering bantuan itu tidak tepat sasaran, sering bantuan alat tidak bisa dipakai karena karakter lahan pertanian setiap daerah kan beda-beda,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi 4 DPR-RI, Taufiq R Abdullah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengkaji ulang kebijakan Kartu Tani.

Menurut fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, masih ada komponen Kartu Tani yang dirasa memberatkan petani.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

Regional
Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Regional
Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Regional
Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X