Bayi Orangutan Lahir di Batam dan Dinamai Bintan

Kompas.com - 05/10/2018, 07:24 WIB
Barito saat memeluk bayi mungilnya yang baru dilahirkannya 3 hari lalu dan diberinama Bintan. Saat ini Barito dan anaknya mendapatkan pengawasan yang ketat, bahkan asupan nutrisi buat mereka berdua juga terus diperhatikan DOK INILAHKEPRIBarito saat memeluk bayi mungilnya yang baru dilahirkannya 3 hari lalu dan diberinama Bintan. Saat ini Barito dan anaknya mendapatkan pengawasan yang ketat, bahkan asupan nutrisi buat mereka berdua juga terus diperhatikan

BATAM, KOMPAS.com - Barito, orangutan betina berusia 10 tahun yang berada di Taman Safari Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), melahirkan seekor bayi jantan yang diberi nama Bintan.

Direktur Lembaga Konservasi PT Safari Lagoi Bintan Tony mengatakan kelahiran Barito itu telah dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

"Barito melahirkan bayi orangutan jantan secara alami atau tanpa bantuan dokter, sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (1/10/2018) sore kemarin," kata Tony melalui pesan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Kamis (4/10/2018) malam tadi.

Tony menceritakan Bintan adalah hasil perkawinan Barito dengan Kapuas (induk jantan) yang berusia 15 tahun, sekitar 10 bulan lalu.

"Sengaja kami berikan nama Bintan, untuk menandakan pulau kelahiran bayi bungil dari pasangan orangutan Kapuas dan Barito," jelasnya.

Baca juga: Enam Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kutai Timur

Sebelum berada di Taman Safari Lagoi, Bintan, orangutan Kapuas dan Barito sempat tinggal di Thailand. Dari sana, keduanya dibawa ke Indonesia dan ditempatkan di Bintan.

"Lahirnya si Bintan tidak terlepas dari kerja keras lembaga konservasi Indonesia. Kapuas dan Barito adala hasil upaya repatriasi," katanya.

"Ini sejarah bagi Pulau Bintan karena bisa mendatangkan orangutan dan berhasil mengembangbiakannya. Ini pertama kali terjadi dan menjadi sejarah di Bintan," katanya menambahkan.

Lebih jauh Tony mengatakan keduanya dirawat di Taman Safari Lagoi sejak 2016 dan selama setahun beradaptasi.

"Kalau tidak salah, setahun yang lalu keduanya kawin dan akhirnya melahirkan tiga hari lalu," paparnya.

Untuk kehamilannya sendiri, Tony mengaku baru mengetahuinya sekitar 5 bulan lalu. Ditandai berhentinya menstruasi dan melihat perut serta bokongnya berisi.

"Sampai saat ini selalu kami berikan nutrisi. Kiper dan operatornya standby jaga siang malam untuk melakukan pengamatan setiap jam," terangnya.

Baca juga: Kementerian LHK Gerebek Penambangan Ilegal di Habitat Orangutan Sungai Tulak

Dengan kehadiran bayi mungil Bintan ini, jumlah orangutan di Taman Safari Lagoi bertambah menjadi lima individu. Tiga individu dari Kalimantan dan sisanya dari Sumatera. 

"Selain orangutan, di Taman Safari Lagoi juga terdapat jenis satwa lainnya. Di antaranya burung Nuri Bayan (Lorius roratus), Rusa totol (Axis axis), Trenggiling (Manis javanica), Gajah sumatera (Elephas maximus), Komodo (Varanus komodoensis) dan lainnya," kata Tony.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X