Kisah Perantau Garut di Palu yang 4 Hari Menanti di Bandara

Kompas.com - 03/10/2018, 16:56 WIB
Warga Garut yang telah berada di pangkalan udara Abdulrachman Saleh Malang menunggu penerbangan ke Halim, Rabu (3/10/2018) pagi Kompas.com/Ari Maulana karangWarga Garut yang telah berada di pangkalan udara Abdulrachman Saleh Malang menunggu penerbangan ke Halim, Rabu (3/10/2018) pagi

GARUT, KOMPAS.com - Gempa dan tsunami yang menghantam Kota Palu membuat kota itu porak-poranda.

Banyak warga pendatang memilih meninggalkan Kota Palu, termasuk para perantau dari Garut, Jawa Barat.

Iman Maulana misalnya, warga Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut ini mengaku baru tinggal di Palu kurang lebih tiga bulan. Ia menjadi pekerja bangunan dibawa oleh pamannya.

Selain Iman, ada puluhan warga sekampungnya yang juga berangkat ke Palu.

Saat ini, lima hari pasca gempa dan tsunami, Iman bersama puluhan warga Garut lainnya masih berada di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu Sulawesi Tengah untuk menunggu tumpangan pesawat keluar Palu.

"Sudah empat hari di bandara, kemarin sebagian warga Garut yang anak-anak dan perempuan sudah berangkat ke Malang pakai pesawat," katanya saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Rabu (3/10/2018).

Baca juga: Pengungsi di Palu dan Donggala Mudah Emosi, Ini Penjelasan Psikolog

Menurut Iman, saat ini ada sekitar puluhan orang warga Garut yang masih ada di Palu dan menunggu bisa pulang.

Iman bersama tiga orang temannya sudah berada di dalam lingkungan bandara. Sementara, sisanya masih tertahan di luar menunggu kedatangan pesawat Presiden Joko Widodo.

"Teman-teman yang lain lagi antre di luar (bandara). Katanya mau ada pak Jokowi. Kalau pak Jokowi sudah ada, mereka nanti bisa masuk," katanya.

Iman mengaku, saat ini hari keempat dirinya berada di bandara menunggu tumpangan pesawat. Selama empat hari ini, dirinya belum pernah makan nasi karena memang tidak ada.

"Sudah empat hari ini belum makan (nasi), paling makan kue seadanya, kalau minum alhamdulillah ada walau tidak banyak," jelasnya.

Menurut Iman, kota Palu saat ini sudah hancur hingga sulit mencari makanan. Tempat dirinya tinggal di Palu pun rusak akibat gempa. Bukan hanya itu, pada awal-awal pasca gempa, komunikasi sempat terputus hingga putus hubungan dengan warga Garut lainnya.

"Alhamdulillah sekarang semua sudah kumpul dan selamat semua, saya juga sudah kasih kabar ke keluarga (di Garut) karena mereka juga khawatir," katanya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Ibu Melahirkan di Tengah Lautan, Bayinya Dihadiahi Naik Kapal Gratis Seumur Hidup

Kisah Ibu Melahirkan di Tengah Lautan, Bayinya Dihadiahi Naik Kapal Gratis Seumur Hidup

Regional
Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Regional
Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X