Sound Detector Bantu Temukan Jenazah di Hotel Roa Roa

Kompas.com - 02/10/2018, 16:44 WIB
Tim gabungan Basarnas mengevakuasi korban reruntuhan Hotel Roa Roa akibat gempa di Palu, Sulteng. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI) Personel Basarnas mengevakuasi korban reruntuhan hotel Roa Roa Palu setelah diguncang gempa.Tim gabungan Basarnas mengevakuasi korban reruntuhan Hotel Roa Roa akibat gempa di Palu, Sulteng. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

BANDUNG, KOMPAS.com - Pada Selasa, (2/10/2018) pagi, tim Basarnas melakukan pemasangan  sound detector di lokasi hotel Roa Roa.

Pemasangan tersebut lantaran tim mendengar ada suara dalam puing reruntuhan bangunan hotel.

"Semalam infonya terdengar ada suara," kata Humas dan Protokoler Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, Selasa (2/10/2018). 

Hari ini tim Basarnas kembali menemukan seorang korban lain di puing-puing bangunan hotel Roa Roa.

Seperti diketahui, seorang atlet paralayang asal Jawa Timur bernama Ardi Kurniawan, Selasa pagi ditemukan di reruntuhan Hotel Roa Roa Palu. Jenazah Ardi dibawa ke RS Bhayangkara Palu.

Selain alat berat, tim Basarnas juga menggunakan sound detector dan search cam untuk memastikan kembali adanya suara-suara yang didengar terdapat dibawah reruntuhan bangunan hotel Roa Roa.

Baca juga: Kemensos Pastikan Distribusi Bantuan Logistik ke Palu Berjalan Baik

Di wilayah Petobo, katanya, tim Basarnas berhasil mengevakuasi korban lainnya.

"Kami terus evakuasi korban, tidak hanya di Kota Palu, Donggala, tetapi Mamuju dan lainnya yang terdampak gempa dan tsunami," jelasnya. 

Tim Basarnas melanjutkan pencarian korban ke Kabupaten Sigi untuk melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun lumpur.

"Kami menemukan tiga korban tanpa identitas tertimbun lumpur dalam kondisi meninggal dunia di Desa Lagaleso, selanjutnya dievakuasi ke Posko PMI yang berjarak kurang lebih 6 kilometer dari tempat ditemukannya korban," jelasnya.

Gempa bumi bemagnitudo 7,4 mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala dan disusul tsunami, korban jiwa dan kerusakan terus bertambah. 

Hingga Selasa (2/10/2018), tercatat 1.234 orang meninggal dunia, 799 terluka berat. Selain itu, ada 59.450 jiwa pengungsi yang tersebar di 109 titik di Kota Palu, sedang jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala datanya belum dapat disampaikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X