Anggota Polair Polda Sumsel Tembak Kepala Sendiri hingga Tewas

Kompas.com - 01/10/2018, 16:53 WIB
Korban Brigadir Apriadi ketika tiba di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Senin ( 1/10/2018). Brigadir Apriadi tewas lantaran menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata serbu jenis SS1 di pos Jaga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. KOMPAS.com/ AJI YKKorban Brigadir Apriadi ketika tiba di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Senin ( 1/10/2018). Brigadir Apriadi tewas lantaran menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata serbu jenis SS1 di pos Jaga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

BANYUASIN, KOMPAS.com - Seorang anggota Polisi Air (Polair) Polda Sumatera Selatan nekat menembak kepalanya sendiri menggunakan senapan serbu jenis SS1, hingga tewas, Senin (1/10/2018).

Informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial Brigadir Ap. Sebelum mengakhiri hidupnya, Brigadir Ap sempat terlihat linglung dan gelisah di dalam pos jaga Polair di Desa Penuguan, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tiba-tiba Brigadir Ap menembak kepalanya sendiri dengan senjata SS1 yang ditentengnya. Rekan korban yang mendengar suara tembakan sontak terkejut dan berusaha melarikan korban ke bidan desa setempat.

Lantaran kondisinya kian kritis, Brigadir Ap pun dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Jadi Caleg, Kepala SMP di Palembang Dicopot

Namun, jarak antara Palembang dan Banyuasin yang memakan waktu sekitar tiga jam membuat nyawa Brigadir Ap tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir di speedboat ketika dalam perjalanan.

“Tadi di speedboat sudah tidak ada lagi (meninggal), kepalanya tembus tertembak," kata Ria Sugiarti, bidan desa setempat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Iman Thabroni ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Iman, sejak beberapa hari terakhir Brigadir Ap yang memiliki tiga anak itu tak ingin keluar dan hanya mengurung diri.

Gerebek Pesta Sabu di Palembang, Polisi Temukan Senjata Api Berpeluru

Atas kejadian tersebut, Iman mengaku masih mendalami dengan memeriksa para saksi, termasuk rekan korban untuk mencari tahu penyebab korban nekat bunuh diri dengan menembak kepala dengan senjata dinas.

“Ini kecelakaan, motifnya juga masih didalami. Kita turut berduka cita, kasihan, jangan terlalu dibesar-besarkan. Senjatanya juga sudah diamankan,” ujar Iman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X