Ingin Tinggalkan Palu, Warga Merangsek Dekati Pesawat Hercules yang Mendarat

Kompas.com - 01/10/2018, 14:15 WIB
Warga antre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Sejumlah warga Palu dievakuasi ke luar Kota Palu menggunakan pesawat Hercules karena susahnya mencari makan pascagempa dan tsunami di Palu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AWarga antre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Sejumlah warga Palu dievakuasi ke luar Kota Palu menggunakan pesawat Hercules karena susahnya mencari makan pascagempa dan tsunami di Palu.

PALU, KOMPAS.com - Ratusan warga merangsek mendekati pesawat Hercules TNI AU yang baru saja mendarat di bandara Sis El Jufri Palu, Senin (1/10/2018) siang. Mereka memaksa ingin meninggalkan Palu.

Demikian diceritakan seorang penumpang pesawat Hercules, Choiril Akbar, anggota tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang datang ke Palu membawa bantuan.

"Begitu kami tiba di bandara Palu, pukul 13.00 WITA, warga Palu yang mau meninggalkan Palu langsung merangsek ke parkiran pesawat," ujar Choirul, dihubungi melalui pesan Whatsapp, Senin (1/10/2018) siang.

Sejumlah anggota TNI segera mengendalikan kericuhan yang terjadi saat itu. Dia melihat ada warga yang kondisinya sudah sakit.

"Seketika itu juga para tentara memperingatkan warga, ada warga yang kondisinya sudah sakit dan harus segera dimasukkan ke ambulans," ungkapnya.

Baca juga: Antrean Panjang di Jalur Poso-Palu

Choirul tidak mengetahui situasi setelah itu karena ia ketakutan. Ia fokus mengamankan barang-barang bawaannya dan melanjutkan perjalananan ke posko induk Kemendes PDTT.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya takut tidak berani mendekat, saya fokus urus barang-barang saya yang lumayan banyak, seperti 2 tenda peleton dan logistik," jelasnya.

Tim Kemendes PDTT terbang dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda menuju Lanud Hasanudin Makasar. Tim bersama rombongan TNI kemudian terbang menggunakan Hercules menuju bandara Sis EL Jufri sekitar pukul 04.00 WITA.

Mereka membawa misi kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala. Tim Kemendes mendirikan posko induk kantor Transmigrasi di Jalan Muh Yamin No 21 Kota Palu, tidak jauh dari bandara Sis El Jufri.

"Sekarang kami lagi menunggu rombongan Pak Menteri (Mendes PDTT Eko Sandjojo) tiba. Mereka belum landing. Internet susah," katanya.

Kompas TV Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan memfokuskan empat hal dalam langkah tanggap darurat setelah terjadi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.  




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X