Warga Tangkap Seekor Buaya yang Masuk ke Perkebunan di Riau

Kompas.com - 30/09/2018, 21:01 WIB
Warga dan aparat kepolisian menangkap seekor buaya yang masuk ke perkebunan di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau, Minggu (30/9/2018). Dok. Polsek Rengat Barat Warga dan aparat kepolisian menangkap seekor buaya yang masuk ke perkebunan di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau, Minggu (30/9/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seekor buaya masuk ke perkebunan warga di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Warga dibantu aparat keamanan menangkap buaya tersebut.

"Warga awalnya melihat seekor buaya masuk ke perkebunan dan melapor ke Polsek Rengat Barat," kata Bhabinkamtibmas Desa Kota Lama Bripka Sunaryo Ningrat saat dikonfirmasi, Minggu (30/9/2018).

Dia mengatakan, buaya dengan panjang sekitar dua meter masuk ke kebun warga pada Jumat lalu. Warga mengaku resah dan khawatir beraktivitas di perkebunan.

"Karena buaya ini satwa dilindungi, saya meminta warga agar tidak... membunuhnya," kata Sunaryo.


Baca juga: Setelah Ditangkap, Buaya Ini Jadi Ajang Selfie Warga

Setelah dilakukan pemantauan, polisi dan warga menangkap buaya tersebut. Buaya tersebut kemudian dibawa ke rumah kepala desa setempat. Selanjutnya mereka koordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Resort Rengat Barat.

"Warga kami imbau agar tidak melakukan aktivitas di pinggir sungai pada malam hari, dan meningkatkan kewaspadaan pada saat bekerja di kebun," tandas Sunaryo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X