BPPT: Energi Gempa Donggala Setara 200 X Bom Atom Hiroshima - Kompas.com

BPPT: Energi Gempa Donggala Setara 200 X Bom Atom Hiroshima

Kompas.com - 29/09/2018, 15:28 WIB
Warga melihat bangunan pusat perbelanjaan yang ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).ANTARA FOTO/Rolex Malaha Warga melihat bangunan pusat perbelanjaan yang ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).

KOMPAS.com-Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu W Pandoe menyebut, gempa Donggala, Sulawesi Tengah dengan magnitude 7,4 memiliki energi sekitar 2,5x10^20 Nm yang setara dengan 3x10^6 Ton-TNT atau 200 kali bom atom Hiroshima.

Wahyu, seperti tertulis dalam siaran pers Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Jakarta, Sabtu, menyatakan berdasar simulasi model analitik-numerik, Kota Palu-Kabupaten Donggala dan sekitarnya mengalami deformasi vertikal berkisar antara -1,5 sampai 0,50 meter.

"Daratan di sepanjang pantai di Palu Utara, Towaeli, Sindue, Sirenja, Balaesang, diperkirakan mengalami penurunan 0,5-1 meter dan di Banawa mengalami penaikan 0,3 sentimeter," kata Wahyu.

Gempa bumi ini berpusat di darat dengan sekitar 50 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut.

"Komponen deformasi vertikal gempa bumi di laut ini yang berpotensi menimbulkan tsunami," katanya.

Baca juga: INFOGRAFIK: Duka untuk Sulteng, Jumlah Korban akibat Gempa dan Tsunami

Dia menambahkan, berdasarkan hasil model, tinggi tsunami di sepanjang pantai mencapai antara beberapa sentimeter hingga 2,50 meter.

Menurut Wahyu, tsunami berpotensi lebih tinggi lagi karena efek turunnya daratan di sekitar pantai dan amplifikasi gelombang akibat batimetri serta morfologi teluk.

"Masyarakat perlu waspada atas gempa bumi susulan dan potensi keruntuhan infrastruktur atau bangunan di sekitarnya, serta terus memantau dan mengikuti informasi dari otoritas resmi BMKG/BNPB/BPBD setempat," imbaunya.

Disebutkan pula, untuk mengantisipasi kejadian gempa, BPPT juga telah memiliki produk teknologi Sijagat untuk mengkaji keandalan gedung bertingkat terhadap ancaman gempa dan Sikuat untuk memantau kondisi gedung bertingkat terhadap ancaman gempa.

BPPT juga telah merilis Rumah Komposit Polimer Tahan Gempa yang menjadi solusi bangunan pascagempa karena menekankan kepada kekuatan bangunan melalui teknologi polimer dan kecepatan pembangunan.

Kompas TV Bantuan yang dikirimkan berupa kebutuhan pokok, obat-obatan, susu bayi, dan genset menggunakan kapal Angkatan Laut Birang.


EditorKhairina
SumberAntara

Terkini Lainnya


Close Ads X