Kepanikan Warga saat Hotel dan Mal Bergetar Kencang akibat Gempa Donggala

Kompas.com - 28/09/2018, 18:34 WIB
Rangkaian gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Puncaknya, gempa bermagnitudo 7,7 pada pukul 18.02 Wita. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa gempa pertama yang bermagnitudo 5,9 telah menyebabkan 1 orang tewas dan 10 orang luka-luka. Puluhan rumah rusak. dok BNPBRangkaian gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Puncaknya, gempa bermagnitudo 7,7 pada pukul 18.02 Wita. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa gempa pertama yang bermagnitudo 5,9 telah menyebabkan 1 orang tewas dan 10 orang luka-luka. Puluhan rumah rusak.

KOMPAS.com - Getaran gempa 7,7 magnitudo di Donggala, Sulawesi Tengah, terasa sampai Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (28/9/2018) sore.

Kontributor Kompas TV Samarinda Ilir, Jasmin Jafar melaporkan, saat gempa mengguncang, tamu-tamu hotel Aston dan pengunjung mal di dekat hotel itu berhamburan. Mereka panik dan segera pergi ke jalan-jalan.

" Hotel Aston dan mal di dekatnya bergetar kencang. Tamu hotel berhamburan ke luar," ujar Jamsin menggambarkan kepanikan warga saat melaporkan ke presenter Kompas TV, Astrid, Jumat.

Menurut Jasmin, sesaat setelah gempa, sebagian tamu mulai kembali ke hotel. Namun mereka hanya masuk ke lobi.

Demikian pula pengunjung dan karyawan mal di dekat hotel belum berani masuk ke mal. Mereka hanya diam di halaman luar.

"Sebagian pengunjung pulang ke rumahnya masing-masing," jelas Jasmin.

Baca juga: Ini 9 Gempa di Atas Magnitudo 5,0 yang Guncang Donggala Sulteng

Menurutnya, lokasi hotel Aston dan mal di dekatnya berada di kawasan ramai. Banyak warga yang berkumpul di sana sehabis pulang dari kerja.

"Maka, ketika gempa terjadi jalanan di kota Samarinda macet," katanya.

Sementara itu, kepala operasi Basarnas Kalimantan, Octavianto kepada presenter Kompas TV, Rico menyebutkan pihaknya siaga penuh untuk memantau jika ada warga yang terluka. Jika menemukan ada laporan warga terluka, Basarnas segera bergerak.

Baca juga: BERITA FOTO: Kondisi Terkini di Donggala Pasca-rangkaian Gempa

Namun hingga saat ini, Octavianto menyebutkan, pihaknya belum menerima laporan warga terluka atau terimpa bangunan.

"Kami terus menunggu laporan dari warga. Dan anggota juga melakukan patroli," tandasnya.

Peta di bawah ini memperlihatkan rentetan gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah mulai pukul 14.00 WIB hari ini.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

Regional
7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Regional
Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Regional
6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

Regional
Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Regional
Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Regional
Detik-detik Pajero Sport Tabrak 2 Motor dan 1 Mobil di Jembatan Ampera

Detik-detik Pajero Sport Tabrak 2 Motor dan 1 Mobil di Jembatan Ampera

Regional
Kasus Covid-19 di 6 Daerah di Jateng Tinggi, Ganjar: Semua Daerah Hati-hati

Kasus Covid-19 di 6 Daerah di Jateng Tinggi, Ganjar: Semua Daerah Hati-hati

Regional
'Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih'

"Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih"

Regional
Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Regional
Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X