Kompas.com - 27/09/2018, 20:17 WIB
Harimau sumatera betina yang sedang bunting ditemukan mati akibat jeratan di Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (26/9/2018). Si raja hutan ini ditemukan mati tergantung di pinggir jurang dengan tali sling melilit di pinggangnya. Dok. BBKSDA Riau Kompas.com/Idon TanjungHarimau sumatera betina yang sedang bunting ditemukan mati akibat jeratan di Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (26/9/2018). Si raja hutan ini ditemukan mati tergantung di pinggir jurang dengan tali sling melilit di pinggangnya. Dok. BBKSDA Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengamankan pemasang jerat yang mengakibatkan harimau sumatera mati di Desa Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

"Satu orang laki-laki kita amankan berinisial E. Dia mengaku memasang jerat yang terkena harimau sumatera terjerat hingga ditemukan mati," ucap Kepala BBKSDA Riau Suharyono pada Kompas.com, Kamis (27/9/2018).

Suharyono menjelaskan, sejauh ini pemasang jerat liar tersebut masih dimintai keterangan oleh petugas.

Berdasarkan pengakuan sementara, pelaku mengaku memasang jerat untuk menangkap babi hutan.

Baca juga: Cerita Harimau Sumatera Bunting Mati Tergantung Tali Jerat

"Pengakuan sementara itu jerat babi. Tali jerat yang dipasang menggunakan sling," ujar Suharyono.

Menurut dia, jerat yang dipasang oleh pelaku dengan posisi menggantung. Karena pada saat harimau sumatera ditemukan mati, tali jerat masih melilit di pinggangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kayu penahan tali jerat patah, kemudian dibawa lari. Namun akhirnya ditemukan mati tergantung di pinggir jurang dengan tali jerat," ungkap Suharyono.

Terkait banyaknya ditemukan jerat liar, BBKSDA Riau melakukan operasi pembersihan jerat di Riau.

"Kami akan segera menurunkan tim untuk operasi pembersihan jerat liar yang ada di Riau. Karena sudah banyak satwa yang dilindungi terkena jerat liar. Pada Agustus kemarin ada gajah terjerat Siak. Ini harus segera kita tindak tegas," tutur Suharyono.

Baca juga: Harimau Sumatera Terus Menerus Jadi Korban, Bagaimana Melindunginya?

Dia menyebutkan, sekitar tiga atau empat bulan lalu, BBKSDA Riau sudah memberikan imbauan maupun sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memasang jerat ini.

Namun, saat ini masih saja ditemukan jerat yang dipasang oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

"Kami kecewa sekali. Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan dari seluruh aparat keamanan yang ada di Riau," tutup Suharyono.

Sebagaimana diketahui, harimau sumatera berjenis kelamin betina ditemukan mati tergantung di pinggir jurang di hutan Desa Muara Lembu, Kuansing, Riau, Rabu (25/9/2018).

Harimau yang mati sedang hamil dan ditemukan dua anak dalam kandungannya ikut mati akibat jeratan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.