Kompas.com - 27/09/2018, 19:15 WIB
Sutuasi saat sekelompok massa membubarkan aksi kamisan di depan Balai Kota Malang, Kamis (27/9/2018) KOMPAS.com / ANDI HARTIKSutuasi saat sekelompok massa membubarkan aksi kamisan di depan Balai Kota Malang, Kamis (27/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Aksi kamisan di depan Balai Kota Malang dibubarkan sekelompok massa, Kamis (27/9/2018).

Kelompok massa tersebut menolak isu yang akan disampaikan dalam aksi yang digelar setiap Hari Kamis sore itu.

Salah satu peserta aksi kamisan, Rico Tude mengatakan, isu yang akan disampaikannya dalam aksi itu terkait dengan tragedi yang terjadi pada tahun 1965.

Menurutnya, banyak informasi hoaks yang diproduksi terkait peristiwa pembantaian itu.

"Isu-isu hoaks itu terus diproduksi oleh rezim maupun oposisi, yaitu soal 65. Makanya kami melalui aksi kamisan mau menyampaikan bahwa jangan lagi memproduksi isu hoaks 65 atau memproduksi kebencian yang mendalam terhadap rakyat Indonesia. Karena selama ini, isu soal ini menjadi komoditas politik. Orang yang tidak tahu apa-apa pun bisa dituduh," katanya.

Rico menyadari bahwa aksi yang dilakukannya tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Sebab, pihaknya tidak memberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian setempat.

"Kemarin kelalaian juga. Nggak memberi surat pemberitahuan. Yang biasa mengurus itu dia tidak masukin. Nah, cuma karena ini sudah menjadi kebiasaan setiap minggu tentu tetap ada aksi kamisan," kata mahasiswa yang aktif di Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Aksi Kamisan Bentangkan Spanduk Berisi Pernyataan Hendropriyono, SBY, hingga Jokowi

Rico tidak menampik informasi yang mengatakan bahwa aksi itu ditumpangi oleh aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Sebab, menurutnya, aktivis mahasiswa asal Papua juga memiliki kepentingan yang sama untuk menyuarakan hak asasi manusia.

"Benar kawan-kawan Papua. Kawan-kawan Papua juga punya kepentingan tentang penegakan HAM. Bukan cuma persoalan penegakan HAM di Indonesia, di Papua juga mengalami hal yang sama," katanya.

Rico mengaku kecewa dengan adanya aksi pembubaran tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.