Perjuangan Taman Baca Wadas Kelir, dari Perpustakaan di Teras Rumah hingga Lahirkan Anak Berprestasi Halaman 1 - Kompas.com

Perjuangan Taman Baca Wadas Kelir, dari Perpustakaan di Teras Rumah hingga Lahirkan Anak Berprestasi

Kompas.com - 27/09/2018, 17:46 WIB
Heru Kurniawan, pengagas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wadas Kelir saat mengajar di TBM Wadas Kelir di jalan Wadas Kelir, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (20/8/2018).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Heru Kurniawan, pengagas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wadas Kelir saat mengajar di TBM Wadas Kelir di jalan Wadas Kelir, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (20/8/2018).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Mimpi Heru Kurniawan yang berkemauan ingin meningkatkan derajat pendidikan warga di lingkungan pedesaan tidaklah semudah membalikkan tangan. Membutuhkan kerja keras serta loyalitas tanpa batas.

Perjuangan pria kelahiran 22 Maret 1982 itu dalam menyebarkan virus literasi patut diapresiasi. Anak-anak kampung yang semula polos, pemalu dan cenderung kasar dalam bersikap maupun bertutur, bertransformasi menjadi generasi muda yang kreatif dan inspiratif. Anak-anak desa yang semula enggan bersekolah kini beralih menjadi individu yang haus akan pendidikan tinggi.

Tahun 2013, Heru beserta keluarga kecilnya pindah dari Tegal, Jateng ke Jalan Wadas Kelir, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Baca juga: Jelajah Literasi, Antologi Kisah 20 Taman Baca Penggerak Mimpi Anak-anak

Seiring berjalannya waktu, Dosen Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto ini mulai berpandangan bahwa lingkungan barunya itu dirasa kurang sejalan untuk perkembangan anak-anaknya yang masih kecil.

"Saya prihatin dengan kondisi sekitar. Banyak anak-anak yang putus sekolah dan cenderung kasar dalam bersikap serta bertutur. Insting saya sebagai ayah berupaya memproteksi anak-anak supaya tidak jatuh ke dalam pergaulan yang buruk," kata bapak empat anak ini kepada Kompas.com, Senin (20/8/2018).

Suasana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wadas Kelir di jalan Wadas Kelir, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (20/8/2018).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Suasana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wadas Kelir di jalan Wadas Kelir, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (20/8/2018).
Dari perpustakaan kecil

Perlahan-lahan Heru lantas merintis pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wadas Kelir di awal 2013. Semula TBM Wadas Kelir hanyalah perpustakaan mini yang beroperasi di halaman teras rumah Heru seluas 4 meter x 6 meter.

Tak ada niatan apapun, hanya upaya kecil Heru untuk menarik minat baca anak-anak di sekitar rumahnya.

Baca juga: Cerita Tia yang Tak Peduli Tak Digaji agar Anak-anak Bisa Membaca (2)

Anak-anak di saat jam pulang sekolah boleh membaca-baca koleksi buku yang tersedia secara gratis. Bahkan jika belum puas, buku-buku itu diperbolehkan dibawa pulang. Saat itu, koleksi buku TBM Wadas Kelir masih minim sekitar ratusan buku.

"Saya terkejut ternyata perlahan banyak anak-anak yang gemar membaca. Per hari bisa 30-an anak. Di situ pun saya berperan membimbing anak-anak melalui dongeng dan belajar bersama," tutur Heru.

"Alhamdulilah, anak-anak menjadi mudah diatur dan lama kelamaan para orangtua menyadari potensi anak-anaknya yang terus meningkat. Warga pun mulai mendukung. Sejak itu saya berdoa semoga kelak dari TBM Wadas Kelir akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang dikagumi," tambahnya.

Dalam perkembangannya, Heru menggandeng sejumlah relawan yang mayoritas berstatus mahasiswa untuk ikut terlibat mencerdaskan warga di desanya. TBM Wadas Kelir pun bergeser lokasi, tak jauh dari rumah Heru dengan mengontrak lahan seluas 25 meter x 15 meter.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Nasional
Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Internasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

Megapolitan
Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Nasional
INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

Megapolitan
Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Regional
Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Nasional
Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Megapolitan
Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Nasional
[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

Nasional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Nasional
Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Megapolitan
Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
Close Ads X