3 Tahun Jembatan Rusak, Kades Klaim Tak Ada Warga Usulkan Perbaikan

Kompas.com - 26/09/2018, 10:00 WIB
Jembatan rusak, penghubung dua dusun di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, butuh perbaikan karena jalur transportasi vital bagi warga, Selasa (25/9/2018). Tigor Munthe/KOMPAS.comJembatan rusak, penghubung dua dusun di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, butuh perbaikan karena jalur transportasi vital bagi warga, Selasa (25/9/2018).


DAIRI, KOMPAS.com-Kepala Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Melda boru Manurung berdalih tak ada usulan warga untuk memperbaiki jembatan rusak di wilayah kerjanya.

Hal ini disampaikan Melda saat dihubungi Rabu (26/9/2018), terkait keluhan warga dua dusun di Desa Lae Rambong menyusul rusaknya jembatan penghubung dari Dusun Lae Engganenggan dan Lae Alim ke kantor kepala desa dan puskesmas pembantu. Kedua instansi itu berada di Dusun Lae Rambong dan Dusun Tapian Nauli.

Menurut Melda, dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa yang dilaksanakan pada Selasa (25/9/2018), tak ada warga yang mengusulkan perbaikan jembatan dimaksud.

"Dalam musrenbang semalam, warga minta perbaikan air dan pengaspalan," katanya.

Baca juga: 3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

Dia menegaskan, tidak ada warga yang datang dalam musrenbang tersebut meminta perbaikan jembatan.

Ditanya apakah perbaikan jembatan yang menurut warga sudah rusak selama tiga tahun itu, bukan prioritas, Melda berdalih bagi dirinya pribadi, hal itu menjadi prioritas.

Tetapi, karena warga menyebut lebih membutuhkan hal lain, dia mengaku tak bisa berinisiatif sendiri.

"Kalau itu (jembatan, red) menjadi prioritas saya. Tapi apakah bisa inisiatif saya sendiri, sementara masyarakat bilang lebih membutuhkan air. Penting tapi ada yang lebih penting," tukasnya.

Sebelumnya, warga Desa Lae Rambong, Partomuan Naibaho (48), menyebut, warga dua dusun di desanya, yang berjumlah lebih kurang 100 kepala keluarga mengeluhkan jembatan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

Padahal, jembatan itu merupakan sarana vital bagi warga untuk bisa ke kantor kepala desa untuk mengurus administrasi kependudukan dan mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas pembantu.

"Akibat jembatan rusak, warga terpaksa menempuh 20 kilometer ke kantor kepala desa dan pustu, karena mengelilingi beberapa dusun. Normalnya, kalau jembatan bagus, paling hanya 7 kilometer," kata Partomuan, Selasa (25/9/2018).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Urai Antrean di SPBU, Pertamina Tambah Pasokan Solar di Sulsel

Urai Antrean di SPBU, Pertamina Tambah Pasokan Solar di Sulsel

Regional
Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Regional
Kata Mandor 'Double Track' Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Kata Mandor "Double Track" Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Regional
Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Regional
Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Regional
Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Regional
Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X