7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Kompas.com - 26/09/2018, 06:55 WIB
Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9/2018). Haringga Sirila meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum pendukung klub sepak bola Persib pada laga lanjutan Liga 1 Minggu, 23 Septermber lalu. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARASejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9/2018). Haringga Sirila meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum pendukung klub sepak bola Persib pada laga lanjutan Liga 1 Minggu, 23 Septermber lalu.

KOMPAS.com - Tidak ada sepak bola seharga nyawa. Istilah tersebut terucap oleh Ketua Departemen Sport Inteligent PSSI, Fary Djemi Francis.

Faktanya, di Indonesia, korban jiwa telah berjatuhan hanya karena pertandingan sepak bola. Fanatisme semu menimbulkan arogansi kelompok yang berujung kekerasan

Dari sekian banyak kelompok suporter di Indonesia, dua kelompok suporter yang akrab dengan bentrokan adalah, Jakmania dan Bobotoh.

Sejarah telah menunjukkan kedua kelompok suporter tersebut memiliki jejak kelam. Kebrutalan oknum dari kedua kelompok seakan menihilkan usaha keras suporter lainnya yang berusaha membangun suporter yang beradab.

Ini adalah penulusuran Kompas.com terkait korban jiwa ketika bobotoh bertemu dengan  JakMania. Bobotoh dikenal pendukung fanatik Persib Bandung dan Jakmania pendukung garis keras Persija Jakarta. 

1. Haringga Sirla tewas dikeroyok di GBLA, September 2018

Sejumlah warga dan keluarga serta polisi mengikuti proses pemakaman Haringga Sirla di TPU Blok Jembatan, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9/2018).Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi Sejumlah warga dan keluarga serta polisi mengikuti proses pemakaman Haringga Sirla di TPU Blok Jembatan, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9/2018).

Haringga (23) hanyalah pecinta bola yang mengidolakan tim Persija Jakarta. Layaknya pecinta bola lainnya, Haringga akan menyempatkan waktu untuk menonton langsung pemain idolanya beradu tangkas di lapangan dan berharap timnya menang.

Itu saja sudah cukup membahagiakan bagi Haringga dan mungkin bagi para pecinta bola di Indonesia lainnya.

Namun, hanya karena berbeda idola tim, Haringga harus meninggal sia-sia di tangan oknum suporter bobotoh.

Haringga tewas dengan luka parah karena tersabet senjata tajam dan dihantam benda tumpul, pada hari Minggu (23/9/2018).

Baca Juga: Jenazah Suporter Korban Pengeroyokan Dimakamkan, Selamat Jalan Haringga...

2. Ricko Andrean tewas dikeroyok sesama Bobotoh, Juli 2017

Polrestabes Bandung menggelar reka ulang kejadian pengeroyokan Ricko Andrean di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Polrestabes Bandung menggelar reka ulang kejadian pengeroyokan Ricko Andrean di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat pertandingan Persib Bandung melawan Persija pada Sabtu (22/7/2017), Ricko hendak menolong seorang anggota Jakmania yang dikeroyok bobotoh. Ricko ingin memberi minum kepada anggota Jakmania yang dintimidasi bobotoh.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X