3 Tahun Jembatan Rusak, Warga Kesulitan Akses Pelayanan Kesehatan

Kompas.com - 25/09/2018, 19:42 WIB
Jembatan penghubung dua dusun di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, butuh perbaikan karena jalur transportasi vital bagi warga, Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/Tigor MuntheJembatan penghubung dua dusun di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, butuh perbaikan karena jalur transportasi vital bagi warga, Selasa (25/9/2018).

DAIRI, KOMPAS.com - Sudah tiga tahun, jembatan penghubung dua dusun di Desa Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara rusak. 

Akibatnya, sekitar seratusan kepala keluarga di dua dusun tersebut kesulitan mengakses pelayanan kesehatan dan urusan administrasi kependudukan.

Jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 6 meter tersebut merupakan penghubung dua dusun ke kantor kepala desa dan puskesmas pembantu (Pustu).

Dua dusun dimaksud yakni Dusun Lae Engganenggan dan Dusun Lae Alim. Sementara kantor kepala desa berada di Dusun Lae Rambong dan Pustu berada di Dusun Tapian Nauli.

Baca juga: Tiga Jembatan Rusak Hambat Penanganan Pascagempa di Lombok

 

Partomuan Naibaho (48), warga Desa Lae Rambong mengatakan, jembatan itu sangat vital bagi masyarakat di dua dusun tersebut. 

"Ada dua dusun yang memanfaatkan jembatan itu agar bisa ke Pustu dan kantor kepala desa. Namun karena rusak terpaksa keliling melewati beberapa dusun," katanya.

Partomuan mengatakan, jika kondisi jembatan bagus, jarak tempuh warga ke Pustu dan kantor kepala desa hanya 7 kilometer. Namun karena keliling menggunakan jalan dusun lain, jarak tempuh menjadi 20 km.

Kerusakan jembatan sudah disampaikan pada pejabat di Desa Lae Rambong. Bahkan warga menyampaikannya dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) desa pada 2017 dan 2018.

"Namun sejauh ini tak ada respons sama sekali," ungkap Partomuan.

Warga pun mempertanyakan penggunaan dana desa yang diperkirakan bisa mendanai perbaikan jembatan. 

Selain desa, warga sudah menanyakan ke Pemerintah Kabupaten Dairi dan anggota DPRD Kabupaten Dairi. Namun belum mendapat jawaban. 

Hingga kini, kepala desa setempat belum merespons konfirmasi melalui pesan whats app dan sambungan telepon seluler. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X