Ditangkap, Komplotan Begal di Medan adalah Anggota Geng Motor

Kompas.com - 25/09/2018, 12:49 WIB
Anggota sindikat pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal di Jalan Setiabudi depan SPBU Setiabudi, Medan, Sumatera Utara, ditangkap, Minggu (23/9/2018) sekitar pukul 03.30 WIB. TRIBUN MEDAN/ M ANDIMAZ KAHFIAnggota sindikat pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal di Jalan Setiabudi depan SPBU Setiabudi, Medan, Sumatera Utara, ditangkap, Minggu (23/9/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

MEDAN, KOMPAS.com - Anggota sindikat pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal di Jalan Setiabudi depan SPBU Setiabudi, Medan, Sumatera Utara, ditangkap, Minggu (23/9/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan bahwa para tersangka ini mendatangi korban dan merampas paksa sepeda motor dari warga bernama Saliman Akbar (21), warga Kelurahan Sei Putih Baru, Kecamatan Medan Petisah, pada Minggu (23/9/2018).

"Kami langsung lakukan penyelidikan dan lakukan penangkapan terhadap 9 tersangka. Kesembilan tersangka ini tergabung dalam sebuah geng motor yang disebut Pompa X Door (PXD)," kata Yasir di Polsek Sunggal, Senin (24/9/2018).

"Awalnya mereka ini mendatangi korban di depan SPBU di Jalan Setiabudi. Kemudian mereka mencoba merampas sepeda motor milik korban dan menabrak korban dengan sepeda motor. Jadi jumlah para komplotan geng motor ini mencapai 30 orang sehingga akan kami kembangkan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka-tersangka lainnya," tambahnya.

Kesembilan pelaku yang kerap meresahkan masyarakat adalah Angga Nasution (18), Jericho Jerimia Sidabutar (18), Topik Akbar Saragih (18), Muhammad Alwi Siagian (17), Bambang Syahputra (20), Tadun Ginting (17), Jordan Agriva Tarigan alias Jordan (20), Reza dan Rizki Fauzi (17).

Yasir mengatakan, modus yang digunakan para tersangka masih tergolong baru karena pencurian dengan kekerasan dilakukan secara bersama-sama atau dalam kelompok besar.

Para tersangka ini, lanjut dia, sudah beraksi di 11 TKP berbeda, mulai dari di Jalan Setiabudi depan, Pasar l Ringrood, Jalan Abadi Ringroad, Ringroad Pasar ll dekat SPBU, SPBU Simpang Sunggal Pelangi, Ringroad Simpang Ngumban Surbakti, Jalan Setiabudi Pasar 8 arah Sei Musi, Jalan Sei Batanghari, Simpang Setiabudi, hingga Jalan Amal Simpang Jalan Patriot.

"Dari hasil pemeriksaan kami, para tersangka sengaja melakukan pembuatan tersebut. Dengan meneriakkan yel-yel komplotan dan mengambil sepeda motor milik korban. Sembilan tersangka sudah kami amankan dan masih ada tiga DPO atas nama Bagas dan Dipa dan Yoga," ujar Yasir.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka akan dijerat pasal KUHP 365 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," pungkasnya.

Yasir mengatakan, polisi masih memburu anggota geng motor lainnya.

"Ini adalah komplotan yang sering beraksi di areal Sunggal dan Setiabudi. Jadi kita sudah lakukan penangkapan terhadap para 9 tersangka dan masih ada sisanya yang masih DPO dan masih terus kita lakukan pengejaran. Mohon bantuan dari masyarakat, apabila menemukan kasus begal segera laporkan ke Polsek supaya dilakukan upaya lebih cepat," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di tribun- medan.com dengan judul Warga Terkejut Lihat Kapolsek Sunggal Tunjukkan Wajah Para Pelaku Begal dan Polsek Sunggal Ringkus 9 Pelaku Sindikat Begal yang Meresahkan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X