Kampanye Pilpres 2019, Kapolres Madiun Larang Anggotanya Swafoto Tunjuk Jari

Kompas.com - 24/09/2018, 08:23 WIB
Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya bersama para pendekar menunjukkan piagam penghargaan Top 99 Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB lantaran berhasil mengatasi konflik pesilat di Madiun. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiKapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya bersama para pendekar menunjukkan piagam penghargaan Top 99 Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB lantaran berhasil mengatasi konflik pesilat di Madiun.

MADIUN, KOMPAS.com — Memasuki masa kampanye pilpres dan pemilu legislatif 2019, Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya melarang anggotanya berswafoto dengan menunjukkan jari.

"Kami khawatir kalau anggota polisi swafoto tunjuk jari ketika diunggah di media sosial dipolitisir mendukung paslon capres dan caleg tertentu. Untuk itu, kami melarang anggota berswafoto menunjuk jari," kata Made saat dihubungi Kompas.com, Senin ( 24/9/2018) pagi.

Menurut Made, saat ini banyak orang berswafoto dengan menunjuk jari satu atau dua lalu diunggah di media sosial. Sementara, paslon capres dan cawapres hanya dua pasangan saja.

" Paslon capres dan cawapres kan hanya dua pasangan saja. Nanti kalau berswafoto tunjuk jari satu atau dua itu kan identik dengan angka. Dengan demikian, bila foto diunggah di medsos bisa jadi dipolitisir identik dengan dukungan ke paslon," jelas Made.

Baca juga: Lebih dari 5000 Pelajar Madiun Senam Goyang Dayung Ala Jokowi

Tak hanya tunjuk jari, Made juga melarang anggotanya berswafoto dengan capres, cawapres dan caleg selama tahapan pilpres dan pileg 2019 berlangsung.

Apabila anggotanya ketahuan berswafoto dengan capres, cawapres dan caleg, Made menyatakan, anggota itu akan dikenakan sanksi.

Made mengatakan, langkah itu ditegaskan kepada anggotanya mengingat Polri harus netral dalam pilpres 2019.  

Apabila sudah terlanjur diunggah di media sosial, Made meminta foto-foto berpose menunjuk jari dihapus.

"Kalau sudah terlanjur ya dihapus mengingat Polri-TNI harus netral dalam pilpres dan pileg 2019," ujar Made.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X