Sandiaga: Kita Selama Ini Hanya Jadi Pasar, Sasaran Empuk Produk Asing

Kompas.com - 23/09/2018, 06:38 WIB
Cawapres Sandiaga Uno bersama Ketua MPR, Zulkifli Hasan menjadi nara sumber kuliah umum bertemakan Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha pada Generasi Milenial di Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu ( 22 / 9 / 2018). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiCawapres Sandiaga Uno bersama Ketua MPR, Zulkifli Hasan menjadi nara sumber kuliah umum bertemakan Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha pada Generasi Milenial di Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu ( 22 / 9 / 2018).

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menilai, selama ini 252 juta jiwa penduduk Indonesia menjadi sasaran empuk produk-produk asing.

Hal itu disampaikannya saat mengisi kuliah umum di depan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (22/9/2018) . 

"Kita selama ini hanya menjadi pasar. Sebanyak 252 juta jiwa penduduk menjadi sasaran empuk produk-produk terutama merk asing," ujar Sandiaga.

Menurut dia, di antara "serbuan" produk asing, ada produk asli Indonesia yang mampu menumbangkan dominasi produk asing.

Baca juga: Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Salah satunya, produk kuliner lokal yang mampu mengalahkan kuliner asing.

Melansir data Roy Morgen, Sandi menyimpulkan Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sandi, hasil survei Roy Morgen, restoran yang paling banyak dikunjungi di Indonesia adalah restoran masakan padang.

Rumah makan masakan minang terdata dikunjungi 28 juta orang mengalahkan gerai cepat saji asing.

"Untuk itu kita harus kuasai pasar kita sendiri," jelas Sandi.

Baca juga: Sandiaga: Indonesia Butuh Pilot Baru yang Tegas

Sandi lalu membuat paradoks negeri Indonesia yang kaya raya potensi alam tapi masih mengimpor ikan, garam dan aneka pangan lainnya.

"Selama ini banyak paradoks, negeri yang kaya raya ini. Negeri yang 60 persen wilayah lautnya menurut Ibu Susi masih mengimpor ikan, garam. Negeri yang sangat subur ini pangannya masih impor," kata Sandi.

Kondisi itu, lanjut mantan Wagub DKI ini, harus menjadi refleksi semua pihak, tidak perlu menghujat dan saling menyalahkan.

"Tetapi mari perbaiki diri sendiri," kata Sandiaga.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Sandiaga Salahudin Uno



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X