Tak Ingin Anak-anak Lain Gunakan Kacamata, Anak SD Ini Ciptakan Lampu Ramah Mata...

Kompas.com - 22/09/2018, 15:29 WIB
Mahruz Ali Fawwaz coba menciptakan lampu ramah untuk mata, supaya tidak banyak lagi anak-anak yang menggunakan kacamata. KOMPAS.com / HamzahMahruz Ali Fawwaz coba menciptakan lampu ramah untuk mata, supaya tidak banyak lagi anak-anak yang menggunakan kacamata.

GRESIK, KOMPAS.com – Sudah menggunakan kacamata saat masih di bangku sekolah, tak membuat Mahruz Ali Fawwaz (11) berkecil hati.

Hal ini justru memotivasinya menciptakan lampu ramah mata.

Siswa SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur ini mengaku tidak nyaman harus beraktivitas dengan bantuan kacamata. 

Baca juga: Rumah Hanya Diterangi Lampu Minyak, Murid Ini Selesaikan PR di Sekolah

"Saya sendiri sudah pakai kacamata sejak kelas dua, tidak nyaman sih. Makanya saya coba ciptakan lampu ini dengan harapan bisa membantu teman-teman atau anak-anak lain agar tidak sampai menggunakan kacamata seperti saya," kata Mahruz kepada Kompas.com, Selasa (18/9/2018).

Demi mewujudkan keinginannya tersebut, Mahruz kemudian melakukan eksperimen.

Mulai melakukan survei, menyebar kuisioner kepada rekan-rekannya satu sekolah, hingga merakit lampu yang nyaman bagi mata.

Baca juga: 5 Fakta Pemadaman Listrik di Jabar, Stasiun Mati Lampu hingga PLN Minta Maaf

Ketika coba disinari (kondisi ruangan terang), lampu hasil karya Mahruz Ali Fawwaz secara otomatis tidak menyala.KOMPAS.com / Hamzah Ketika coba disinari (kondisi ruangan terang), lampu hasil karya Mahruz Ali Fawwaz secara otomatis tidak menyala.
“Melihat hasil survei dan kuisioner, rata-rata mereka itu memang suka membaca, nonton televisi, serta mainan gadget. Kemudian saya baca artikel, minus mata itu kan disebabkan pencahayaan yang kurang, baik saat membaca maupun nonton televisi," ucap dia.

Akhirnya dengan dibantu guru pendamping, Muhammad Fadholi Aziz, siswa kelas 4 SD ini pun mulai merakit benda yang dinamakan "Superlamp". "Superlamp" adalah sebuah lampu yang dikombinasikan dengan sensor cahaya.

" Lampu ini akan bekerja bila pencahayaan yang ada di sekitar kita berkurang. Jadi begitu tidak ada cahaya atau cahaya di ruangan itu berkurang, maka secara otomatis lampu akan menyala. Saya buat otomatis dan tidak lagi harus tekan tombol on-off," ujar Mahruz. 

Baca juga: Lampu Lalin di Perempatan Kramat Diaktifkan, Arus Kendaraan Lebih Teratur

Lampu ramah untuk mata hasil karya Mahruz Ali Fawwaz.KOMPAS.com / Hamzah Lampu ramah untuk mata hasil karya Mahruz Ali Fawwaz.
Sebagai uji coba, Mahruz menggunakan lampu belajar yang dikombinasikan dengan sensor cahaya plus micro controller yang disambungkan dengan adaptor sebagai penghantar arus listrik.

"Awalnya sempat pakai LDR (light dependent resistor), tetapi cahaya tidak stabil dan tidak sesuai dengan harapan. Kemudian saya ubah dengan menggunakan arduino uno (micro controller), alhamdulillah lampu sudah bisa stabil. Sementara juga masih pakai adaptor, tetapi kalau mau praktis lagi bisa kok pakai baterai dengan daya 6 volt," ucapnya.

Mahruz mengaku butuh waktu sekitar empat bulan untuk mewujudkan "Superlamp" sesuai harapan.

Baca juga: Viral, Video Lampu Lalu Lintas Hijau di Semarang Hanya 5 Detik

Terhitung mulai dari melakukan survei hingga mewujudkan lampu yang bisa digunakan.

“Paling lama dan sulit itu di bagian pengerjaan pemrograman, butuh waktu hampir dua bulan. Karena di situ saya harus menggabungkan perangkat demi perangkat serta menghitung daya supaya lampu bisa benar-benar bekerja maksimal saat digunakan," kata Mahruz. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X